BEDAH BUKU BERSAMA PERPUSTAKAAN MAN IC SERPONG

Serpong – Mengisi hari-hari terakhir sebelum libur semester dengan kegiatan yang bermakna, Student Librarian Club (SLC) MAN Insan Cendekia Serpong sukses menggelar perhelatan literasi bergengsi bertajuk IDOL’25 (Iskandaria Dialogue of Literature).

Bertempat di Perpustakaan MANICS Lantai 1 pada Kamis (11/12/2025), acara ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan ajang adu tajam pemikiran siswa dalam membedah karya sastra Indonesia.

Benturan Nurani dan Kebebasan

Tahun ini, IDOL’25 mengusung tema yang cukup filosofis: “Benturan Nurani dan Kebebasan Pribadi di Lembaran Roman Indonesia.” Dengan dukungan penuh dari Kopinma, SLC berupaya mengajak para siswa untuk tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga pemikir kritis yang mampu menganalisis dilema moral dalam sebuah karya.

Sengitnya Debat Sastra

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 12.20 hingga 15.00 WIB ini terbagi ke dalam dua sesi perdebatan yang intens:

  • Sesi 1: Dilema “Hujan” (Tere Liye) Tim “wwwERCom” berhadapan langsung dengan Tim “Jamaatul Filsafah”. Keduanya saling lempar argumen mengenai konflik batin dan pilihan moral para tokoh dalam novel Hujan. Penonton disuguhkan analisis mendalam tentang bagaimana nurani diuji di tengah situasi distopia.
  • Sesi 2: Gugatan “Pulang” (Leila S. Chudori) Suasana semakin hangat saat Tim “Thirty-One” bersua dengan Tim “belum ada”. Mereka mengupas tuntas novel Pulang, menyoroti isu identitas, sejarah, dan perjuangan individu mencari kebebasan di tengah tekanan sosial yang masif.

Apresiasi untuk Para Literator Muda

Puncak acara ditutup dengan sesi Awarding yang dipandu langsung oleh Bapak Muhamad Syahril, M.Pd., selaku Guru Bahasa Indonesia sekaligus Dewan Juri. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan dan ketajaman argumentasi yang ditunjukkan oleh seluruh tim.

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang melatih keberanian berpendapat sekaligus memupuk kecintaan mendalam terhadap sastra nasional,” ujar salah satu panitia SLC.

IDOL’25 menjadi penutup semester yang manis sekaligus reflektif. Melalui kegiatan ini, SLC membuktikan bahwa literasi bisa dikemas dengan cara yang seru, menantang, dan penuh makna sebelum para siswa menikmati masa libur mereka.

Similar Posts