KARANTINA TAHFIDZ AL QURAN: Dekat dengan Al Quran, hidup lebih menenangkan
Kegiatan Karantina Tahfidz Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi ruh spiritual bagi siswa-siswi MAN Insan Cendekia Serpong. Program ini bukan sekadar rutinitas kalender akademik, melainkan sebuah oase spiritual di tengah padatnya kurikulum sains dan teknologi yang menjadi ciri khas sekolah ini. Dengan tujuan mulia untuk menambah kuantitas hafalan (ziyadah) sekaligus menjaga kualitas hafalan lama (muraja’ah), kegiatan ini menjadi momentum emas bagi para siswa untuk mempererat ikatan mereka dengan Kitab Suci.
Pada tahun 2026 ini, Karantina Tahfidz dilaksanakan mulai hari Rabu, 18 Februari hingga Ahad, 22 Februari. Selama kurang lebih satu minggu, denyut nadi kehidupan di kampus berhenti sejenak dari hiruk-pikuk rumus dan teori; seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) formal diliburkan sepenuhnya. Fokus tunggal para siswa hanya satu: Al-Qur’an.

Metode dan Pendampingan Intensif
Dalam pelaksanaannya, seluruh siswa dari kelas X hingga XII didistribusikan ke dalam kelompok-kelompok kecil. Hal ini dilakukan agar proses setoran hafalan berjalan lebih personal dan mendalam. Setiap kelompok dipandu oleh seorang muhafidz atau muhafidzah yang berkompeten. Para pembimbing ini terdiri dari jajaran pembina asrama internal serta para ahli Al-Qur’an yang sengaja didatangkan dari lembaga eksternal.
Kehadiran penguji dari luar bertujuan untuk memberikan suasana baru serta meningkatkan standar kualitas tajwid dan makhraj siswa. Dengan rasio pembimbing yang ideal, diharapkan interaksi antara guru dan murid menjadi lebih efektif, sehingga target setoran ayat maupun hadis dapat tercapai secara maksimal.
Harapan dan Output Kegiatan
Lebih dari sekadar mengejar target jumlah juz, Karantina Tahfidz Ramadan ini diharapkan mampu membentuk karakter Ulul Albab yang sesungguhnya—sosok yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga membumi dengan akhlak Al-Qur’an. Interaksi yang intens selama lima hari penuh ini diharapkan menjadi pemantik bagi siswa agar menjadikan tilawah dan muraja’ah sebagai kebutuhan hidup, bukan lagi sekadar kewajiban sekolah.
Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, penuh keberkahan, dan mampu mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang siap membawa maslahat bagi bangsa di masa depan. Amin.

