IDRUS AZZAM SABET EMAS TIMO 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa madrasah Indonesia di kancah internasional. Idrus Azzam, siswa kelas X MAN Insan Cendekia Serpong, berhasil mengukir sejarah dengan meraih Gold Medal pada ajang bergengsi Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2026.
Ajang TIMO sendiri bukan kompetisi biasa. Olimpiade matematika internasional tahunan ini diselenggarakan oleh OCEC Hong Kong bekerja sama dengan Masyarakat Matematika Thailand, dan menjadi wadah prestisius untuk mengasah kemampuan berpikir kreatif, memperluas wawasan global, sekaligus mempererat pertukaran pendidikan lintas negara. Pada tahun 2026, sebanyak 14 negara dan wilayah turut ambil bagian, di antaranya Hong Kong, Tiongkok, Indonesia, Singapura, Malaysia, hingga Ukraina dan Iran—menjadikan kompetisi ini semakin kompetitif dan berkelas dunia.
Keberhasilan Idrus bukanlah hasil instan. Menurut Koordinator Lomba, Bu Reisa Arimbi, sejak awal Idrus sudah menunjukkan passion yang kuat di bidang matematika. “Idrus itu memang sejak awal sudah menunjukkan ketertarikannya di matematika. Hampir semua lomba yang diikutinya adalah lomba matematika,” ungkapnya. Konsistensi inilah yang menjadi fondasi kuat bagi prestasinya hari ini.
Dalam proses persiapan, Idrus juga aktif mencari pendampingan. Ia beberapa kali meminta bimbingan dari guru matematika untuk memperdalam pemahaman dan strategi penyelesaian soal. Keseriusan ini menunjukkan bahwa di balik sebuah prestasi besar, selalu ada kerja keras yang tak terlihat.
Perjalanan Idrus menuju emas pun tidak mudah. Ia harus melewati babak penyisihan (heat round) sebelum akhirnya melaju ke babak final. Pada final round yang diselenggarakan secara hybrid—baik online maupun offline di Thailand—Idrus mengikuti kompetisi secara daring, namun tetap mampu bersaing dan unggul di antara peserta internasional lainnya.
Kepala Madrasah, Hilal Najmi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian luar biasa ini. “Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi Idrus. Ini adalah bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan unggul di tingkat global,” ujarnya.
Tak kalah penting, dukungan keluarga juga menjadi kunci keberhasilan Idrus. Orang tua Idrus diketahui sangat mendukung minat dan langkahnya dalam mengikuti berbagai kompetisi matematika, sehingga memberikan ruang tumbuh yang optimal bagi potensinya.
Prestasi ini bukan sekadar medali, tetapi simbol dari sinergi antara passion, kerja keras, bimbingan guru, dukungan keluarga, dan lingkungan pendidikan yang kondusif. Idrus Azzam telah membuktikan bahwa dari ruang kelas di Serpong, mimpi besar bisa menembus panggung dunia.
Sebuah inspirasi nyata bagi generasi muda: bahwa ketekunan dalam bidang yang dicintai, jika terus diasah dan didukung, akan mengantarkan pada puncak prestasi yang membanggakan. (humas)
