TARHIB RAMADAN : RAMADAN MENYAPA, AL QURAN MENJAGA
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Bidang Keasramaan MAN Insan Cendekia Serpong menggelar acara Tarhib Ramadan pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 untuk seluruh siswa siswi dari kelas X sampai kelas XII dari setelah shalat maghrib sampai menjelang salat Isya.

Dalam orasinya, Ustadzah Kusdiniyah menekankan pentingnya menjaga hati sebagai langkah utama dalam menyambut Ramadan. Beliau menyampaikan bahwa hati adalah pusat dari segala perilaku. Oleh karena itu, menjelang Ramadan, setiap siswa diajak untuk membersihkan hati dari berbagai penyakit batin seperti iri, dendam, kecewa berlebihan, zalim kepada sesama, rasa malas, serta segala bentuk perasaan negatif yang dapat mengotori jiwa. Para siswa diajak untuk menyambut Ramadan bawa hati yang tunduk, hati yang pasrah, hati yang patuh takut, hati yang cinta pada Allah, hati yang merunduk, menangisi segala dosa dan maksiat yang pernah dilakukan, hati yang sujud pada Allah
Ramadan adalah sekolah terbaik yang Allah hadirkan setiap tahun untuk mendidik umat-Nya. Di dalamnya kita belajar sabar, belajar menahan diri, belajar ikhlas, belajar disiplin, serta belajar peduli kepada sesama. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi latihan menyeluruh untuk mengendalikan hawa nafsu dan memperbaiki kualitas diri.
Ustadzah Kusdiniyah juga mengingatkan di akhir orasinya, untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum perubahan. Bersihkan hati sebelum Ramadan datang, perbaiki hubungan dengan sesama, dan maafkan semuayang pernah menyakiti kita. Sebab hati yang masih terdapat dendam , semua ibadah yang kita lakukan tidak diterima.
Sebuah hadis menyatakan bahwa ada 3 kelompok orang yang tidak diangkat ibadah orang itu diantaranya adalah orang yang punya dendam. Hadis tersebut artinya adalah sebagai berikut
“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Tiga golongan orang yang tidak akan diterima (diangkat) amalan ibadahnya oleh Allah: (1) Orang yang berbuat syirik, (2) Orang yang durhaka kepada orang tua, dan (3) Orang yang tidak memaafkan kesalahan orang lain (memiliki dendam).'” (HR. Muslim)

