DEPOK — Momentum pelepasan wisudawan Fakultas Hukum
Universitas Indonesia (FH UI) Semester Genap 2025/2026 terasa begitu hangat dan
menginspirasi. Muhammad Fawwaz Farhan Farabi, alumnus MAN Insan Cendekia
Serpong sekaligus mantan Ketua Umum BEM FH UI, tampil memukau sebagai keynote
speaker dan wakil wisudawan di Balai Sidang dan Auditorium FH UI, Selasa
(25/8/2026). Dalam orasinya, Fawwaz menyampaikan seruan mendalam mengenai
pentingnya menjaga integritas, idealisme, serta kompas moral bagi para lulusan
hukum.
Di hadapan pimpinan fakultas, jajaran dosen, guru besar, dan
ratusan wisudawan beserta keluarga, Fawwaz menegaskan bahwa pendidikan hukum
tidak sekadar mengajarkan pasal dan regulasi, melainkan membentuk fondasi
etika. “Gelar sarjana hukum bisa
dipakai untuk membela kebenaran, tetapi bisa juga dipakai untuk merampoknya.
Dan pilihan itu sepenuhnya ada di tangan kita,” tegasnya penuh pesan moral.
Ia mengingatkan
bahwa Indonesia membutuhkan generasi penegak hukum yang berani berpikir kritis
demi memperkuat demokrasi dan memperbaiki tata kelola bangsa. Bagi Fawwaz,
hukum yang tidak memihak pada kaum yang lemah bukan lagi wujud keadilan,
melainkan bentuk kekuasaan semata. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh rekan
wisudawan untuk tetap berani menjadi manusia dan tidak mengkhianati nilai-nilai
kebenaran yang telah dipelajari selama empat tahun menimba ilmu.
Perjalanan
akademik Fawwaz mencerminkan konsistensi luar biasa sejak bangku sekolah. Ia
merupakan alumnus terbaik MI dan MTs Pembangunan UIN Jakarta, serta lulusan
terbaik MAN Insan Cendekia Serpong. Putra dari pasangan Prof. Dr. H. Suwendi,
M.Ag, dan Prof. Dr. Hj. Mesraini, S.Ag., SH., M.Ag ini sempat diterima di lima
perguruan tinggi terkemuka dunia di Asia, Australia, dan Eropa. Namun, ia
memilih FH UI melalui jalur SNMPTN atas dasar tanggung jawab sosial dan
pertimbangan moral agar tidak merugikan kesempatan adik-adik kelas
almamaternya.
Selama berkuliah,
Fawwaz tidak hanya berhasil meraih predikat Cum Laude dan dinobatkan
sebagai Wisudawan Berprestasi FH UI. Ia juga aktif dalam ruang pergerakan dan
litigasi konstitusi di Mahkamah Konstitusi, termasuk mengawal pengujian UU TNI,
program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga advokasi Kesejahteraan Guru dan
Dosen. Keterlibatannya dalam riset yang terpublikasi di jurnal Scopus dan Sinta
makin mempertegas kiprah akademisnya.
Perjalanan
panjang Fawwaz dari madrasah hingga kampus perjuangan membuktikan bahwa
pendidikan adalah sarana pengabdian nyata. Pelepasan wisudawan ini menjadi
langkah awal baginya dan para lulusan hukum untuk hadir membawa manfaat,
menjaga nurani, serta terus menegakkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat
Indonesia.