Cerita dari Farrel Alfaza, Peraih Medali Emas OSN Biologi dan Peserta IBO-Challenge 2020-2021

Cerita dari Farrel Alfaza, Peraih Medali Emas OSN Biologi dan Peserta IBO-Challenge 2020-2021

Kamis, 1 Jul 2021 2895 view

18 Juli mendatang, salah satu alumni MAN Insan Cendekia akan bertanding dalam International Biology Olympiad-Challenge (IBO-Challenge), untuk yang kedua kalinya. Farrel Alfaza Marsetyo, atau biasa dipanggil Alfaza, merupakan alumni angkatan 24 (Regarda) yang mendapat kesempatan lagi mengikuti pelatnas untuk seleksi kandidat kontingen mewakili Indonesia dalam lomba tingkat internasional.

Sebelum bertanding di kancah internasional, Alfaza beberapa kali mengikuti lomba cabang ilmu biologi, dari yang diselenggarakan universitas hingga tingkat nasional. Ia juga berhasil meraih juara dalam lomba-lomba yang diikuti. Sejak kelas 10 Alfaza sudah menjadi wakil dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Biologi, dan berhasil mendapat medali emas OSN 2019 di Manado. Hasil dari OSN tersebut mengantarkannya pada pelatnas untuk seleksi mengikuti IBO-Challenge 2020, dan lolos sebagai perwakilan Indonesia.

Mengikuti lomba internasional membuat Alfaza berkesempatan bertemu orang-orang dari seluruh dunia. Walaupun IBO-Challenge 2020 dilaksanakan secara virtual, hal tersebut tetap merupakan pengalaman berharga baginya.

Ditanya bagaimana cara belajar sehari-hari, Alfaza menjelaskan bahwa ia tetap memprioritaskan pelajaran sekolah terlebih dulu, baru saat waktu luang ia belajar untuk olimpiade. “Untuk jam belajar sendiri tidak ada patokan khusus. Biasanya saat akhir pekan dan jadwal reguler akhwat, saya pakai buat belajar olimpiade, minimal baca-baca buku Campbell,” tutur calon mahasiswa yang baru diterima di FK UGM ini.

Pihak sekolah juga turut membantu dan mendukung Alfaza dalam persiapan olimpiade. MAN Insan Cendekia Serpong mengadakan karantina khusus kepada siswa yang akan mengikuti olimpiade sains mulai dari tingkat kota, dengan mendatangkan dosen-dosen dari luar yang berpengalaman untuk mengajar materi olimpiade, juga diikutsertakan dalam pelatihan dari lembaga yang dimana sekolah juga turut andil dalam mengurusnya.

“Banyak pengalaman yang didapat selama mengikuti karantina. Saya dan teman-teman ICOT (Insan Cendekia Olympiad Team) belajar bareng, di perpustakaan hingga di wisma. Suasana seperti itu yang membuat belajar olimpiade menjadi ringan, karena kita tahu kita berjuang bersama, tidak sendirian. Bahkan ketika sudah tidak karantina lagi, teman-teman di kelas juga membantu untuk mengejar ketertinggalan pelajaran,” tambah mantan anggota divisi Iptek OS Cendekia ini.

Alfaza juga mengatakan bahwa tidak hanya usaha yang harus dilakukan, ibadah juga wajib dijaga dan ditambah. Biasanya, ia dan teman-teman ICOT sering berpuasa bersama, juga istiqomah selalu membaca dan hafalan Alquran tiap selesai salat wajib.

Pesannya untuk siswa MAN Insan Cendekia Serpong adalah jangan pernah menyerah, dan tetaplah maju. Jangan terlalu lama hanyut dalam kekalahan apabila mengikuti remedial ketika ulangan. Jika ada niat, pasti ada jalan, dan jangan lupa untuk menyeimbangkan usaha dengan doa.