MAN Insan Cendekia Serpong Menggelar Seminar Moderasi Beragama

MAN Insan Cendekia Serpong Menggelar Seminar Moderasi Beragama

Jumat, 2 Des 2022 2676 view

Tangerang Selatan (MAN IC Serpong) – Kepala MAN Insan Cendekia Serpong, Abdul Basit, memberikan sambutan tentang kegiatan moderasi beragama yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Hj. Eny Retno Yaqut selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP), Hj. Indri Eka Fathurahman selaku Ketua  Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Prov Banten, dan Alissa Wahid selaku Direktur Gusdurian Network Indonesia (GNI). Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa siswa MAN Insan Cendekia Serpong harus memahami betul tentang moderasi beragama.

Kegiatan seminar moderasi beragama ini, lanjut Basit, sangat penting untuk para siswa MAN Insan Cendekia Serpong, terutama kelas XII. “Moderasi beragama tentu harus melekat kepada para siswa MAN IC Serpong agar mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam keberagaman agama di Indonesia, apalagi kelas XII setelah lulus dari MAN IC Serpong.” terangnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, istri Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan, Hj. Eny Retno Yaqut memberikan pemahaman kepada para siswa MAN Insan Cendekia Serpong mengenai moderasi beragama. Ia mengajak para siswa untuk terus mengutamakan persatuan di tengah keberagaman agama di Indonesia.

“Indonesia adalah negara multikultural. Ada sekitar enam agama besar, 17 ribu lebih pulau, 250 agama dan kepercayaan, lebih dari seribu suku bangsa, dan 500 lebih bahasa. Lalu, bagaimana bisa mengakomodir itu semua kalau tidak bersatu?” ungkap Eny.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP), Hj. Eny Retno Yaqut, menjelaskan kepada para siswa bahwa kondisi keragaman masyarakat di Indonesia di antaranya budaya, adat, suku, dan bahasa. Sedangkan keberagamaan di antaranya mazhab, sekte, aliran, dsb. Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa perbedaan-perbedaan tersebut justru merupakan sebuah anugerah. Namun lebih dari itu, kita harus mampu mengakomodir dengan baik karena bisa saja hal tersebut memiliki potensi terjadinya konflik.

Di tengah perbedaan karena banyaknya agama tersebut, upaya yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan cara moderasi bergama. “Kita tentu tidak memoderasi agamanya, karena agama itu sudah baku dan tidak dapat diubah, tetapi bagaimana kita bersikap antarumat beragama, tentu bisa kita upayakan.” terangnya.

Terakhir, Eny mengajak para siswa MAN IC Serpong untuk bersikap empati agar mampu memahami posisi orang lain. “Kita harus mencoba belajar memahami posisi orang lain, mencoba empati dengan posisi orang lain.” tutup Eny dalam seminar Moderasi Beragama yang dilaksanakan di MAN Insan Cendekia Serpong, Kamis (1/12/2022).

Hadir juga sebagai narasumber, Direktur Nasional Gusdurian Network (GNI) Alissa Wahid. Pada kegiatan tersebut, Alissa juga memberikan penguatan pemahaman tentang moderasi bergama. Ia mendorong para siswa untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik, karena anak muda saat ini mampu berbuat banyak untuk masa depan. Generasi muda muslim yang tercerahkan merupakan calon future leader sekaligus “agent of change” demi Indonesia yang lebih baik. Kedamaian dan kebhinnekaan Indonesia merupakan anugerah Tuhan YME yang perlu dirawat. Merawatnya merupakan salah satu amanah agama Islam yang merupakan rahmatan lil’alamin dan juga amanah Pancasila.

“Kalian siswa MAN Insan Cendekia Serpong, sebagai anak muda merupakan calon-calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, saya mendorong kalian membuat perubahan untuk Indonesia dan juga dunia. Teruslah gali ilmu pengetahuan, asah pribadi, agar menjadi ‘khairunnas’ yaitu manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” ungkapnya.

Setelah selesai kegiatan seminar moderasi beragama yang diadakan di MAN Insan Cendekia Serpong, Eny menyempatkan menilik fasilitas madrasah, mulai dari sarana olah raga hingga perpustakaan. Juga tidak ketinggalan, Eny diminta menjadi narasumber pada podcast yang dibuat oleh siswa MAN Insan Cendekia Serpong yang tergabung dalam ekskul Broadcast.