Berita Terkini

PROGRAM PEMBINAAN IMAM SHALAT

Program pembinaan imam salat merupakan kegiatan bidang keasramaan di MAN Insan Cendekia Serpong yang dirancang dengan tujuan untuk membina imam yang memahami hukum bacaan Al Quran dan adab dalam memimpin salat. Peserta program ini umumnya telah melalui tahap seleksi sehingga yang terpilih adalah calon imam dengan kemampuan dasar yang baik. Pembinaan kemudian difokuskan pada pendalaman bacaan Al-Qur’an dengan mempelajari tujuh qira’at serta memperdalam hukum tajwid. Tujuannya agar imam memiliki kualitas bacaan yang benar, indah, dan sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan para ulama. Kegiatan ini dibimbing oleh Ustadz Mubassyir. Para imam shalat ini dikenalkan dengan bacaan riwayat hafs dari imam Ashim. Fokusnya pada bab Mad asli, mad far’i dan dengung. Selain itu, diberikan juga penguatan cara baca, menentukan nagham dan nada disertai contohnya untuk diaplikasikan dalam menjadi imam. Pada pertemuan ini, surat yang dijadikan fokus pembahasan adalah surat Al Fatihah. Tahap akhir dari pembinaan ini nantinya juga pada penguatan hafalan dan kelancaran dalam membaca tanpa terbata-bata. Para peserta didorong untuk memperbanyak muraja’ah (mengulang hafalan), memperbaiki pengucapan, serta mengatur pernapasan agar bacaan tetap stabil saat memimpin salat berjamaah. Dengan pembinaan yang komprehensif ini, diharapkan lahir para imam yang mutqin (kuat hafalannya), benar bacaannya, dan berwibawa dalam memimpin ibadah. Program ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi imam muda yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjadi teladan bagi jamaah di lingkungan sekolah dan diharapkan nantinya siap terjun di masyarakat.

Prestasi

PRESTASI GEMILANG, SISWA MAN INSAN CENDEKIA SERPONG BORONG 12 MEDALI DI OSN 2025

MALANG – Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung nasional. Dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang pada 6-11 Oktober, delegasi madrasah tersebut berhasil membawa pulang total 12 penghargaan, terdiri dari 1 medali emas, 6 perak, 3 perunggu, dan 2 Honorable Mention. Medali emas dipersembahkan oleh Muhammad Arya Razan dari cabang Kimia, yang berhasil menunjukkan keunggulannya di antara para talenta sains terbaik dari seluruh Indonesia. Keberhasilan ini mengukuhkan reputasi MAN Insan Cendekia Serpong sebagai salah satu institusi pendidikan pencetak generasi unggul di bidang sains dan teknologi. Keberhasilan delegasi MAN Insan Cendekia Serpong merupakan buah kerja keras kolektif. Medali perak diraih oleh Hilmy Lazuardy (Fisika), Faris Patria (Fisika), Nabila Hayyu (Biologi), Kevin Narendra (Astronomi), Muhammad Ihsan (Kebumian), dan Ahmad Rabbani (Geografi). Sementara itu, medali perunggu disumbangkan oleh Ratu Utami (Biologi), serta Decozaki dan Ratih Rahmaningsih dari cabang Ekonomi. Akmal Latif (Kebumian) dan Hakim Hadiandaru (Geografi) meraih penghargaan Honorable Mention. Selain mereka yang berhasil meraih medali dan penghargaan, masih ada para finalis, yaitu M. Zulfan (informatika), Khairunnisa Athifah (informatika), Panduaji (astronomi), dan Hangga Arya (kimia) Pada acara penutupan OSN 2025 yang berlangsung di UMM Dome, Sabtu (11/10) malam, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. “Sebanyak 540 siswa dari seluruh Indonesia sudah berkompetisi dengan baik, memberikan upaya terbesar yang bisa dilakukan di masing-masing mata pelajaran, mulai dari matematika, fisika, kimia, hingga geografi,” ujarnya. Maria menjelaskan bahwa proses penjurian berlangsung ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Para juri tidak hanya menilai ketepatan dan keakuratan jawaban, tetapi juga kreativitas, orisinalitas penyelesaian masalah, serta kemampuan analisis dan sintesis. Selain itu, aspek karakter seperti kedisiplinan, kejujuran, dan sportivitas menjadi poin penilaian penting. “Selamat kepada para juara. OSN ini sangat bermanfaat, khususnya dalam upaya pengembangan talenta unggul Indonesia. Nantinya para juara akan dibina lebih lanjut dan menjadi perwakilan Indonesia untuk bersaing di kancah internasional,” tambah Maria. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi seluruh sivitas akademika MAN Insan Cendekia Serpong untuk terus mengukir prestasi di masa mendatang.

Berita Terkini

15 Siswa MAN Insan Cendekia Serpong Raih Tingkat Tertinggi Pramuka Garuda

Serpong – Gerakan Pramuka di Tangerang Selatan mencetak teladan baru. Sebanyak 15 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong resmi dilantik sebagai Pramuka Garuda, tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka, pada Minggu (12/10/2025). Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ka Mabicab Gerakan Pramuka Tangerang Selatan, yang juga Wali Kota, Bapak Benyamin, berlangsung khidmat di Kodiklat, Kawasan Tandon, Tangerang Selatan. Pramuka Garuda adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada anggota yang telah menunjukkan kecakapan, dedikasi, dan teladan paling utama di golongannya (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Untuk mencapai gelar ini, seorang Pramuka harus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan melalui proses seleksi ketat yang meliputi uji mental, wawancara, dan penilaian keterampilan. Lima belas siswa berprestasi tersebut adalah Ratih Rahmahningsih, Iftari Wenonga Ganistri, Nisrina Aristi Yafilia Julianti, Yuana Mutiara Zahra, Muhammad Ahsan, Zidny Ilma Buthimaar, R. Zalfa Nazryal Kahfi, Umi Syifa, Zahra Ayu Dermawan, Arifa Muzaimatun Nisa, Dimas Pamungkas Mulyono, Rakanda Dyar Setiawan, Galvin Erdy Nozdario, Raisa Khadijah, dan Muhammad Nabil Arhaburrizqi. Momen haru terjadi saat pengalungan penghargaan, di mana kehormatan tersebut dilakukan langsung oleh orang tua/wali dari masing-masing Pramuka Garuda. Khusus untuk anggota Gudep Ainun-Habibie, pengalungan dilakukan oleh ayah bunda Zahra Ayu dan Gavin sebagai perwakilan. “Pramuka Garuda MAN Insan Cendekia Serpong ini diharapkan akan menjadi pelopor keteladanan baik saat ini maupun di masa depan,” ungkap Kak Sartini S., salah satu pembina, usai acara pelantikan. Harapan besar ini menjadi penekanan bahwa predikat tertinggi kepramukaan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab moral untuk menjadi panutan di tengah masyarakat.

Berita Terkini

SISWA MAN IC SERPONG JELAJAHI KEARIFAN LOKAL BADUY DALAM PEMBELAJARAN LAPANGAN SOSIOLOGI

Sebanyak 40 siswa kelas XII MAN Insan Cendekia Serpong peminatan mata pelajaran Sosiologi, bersama 5 guru pendamping, melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan ke wilayah Baduy, pada Jumat–Sabtu, 10–11 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman siswa terhadap masyarakat adat dan kearifan lokal secara langsung di lapangan. Rombongan berangkat dari kampus MAN IC Serpong pada Jumat sore pukul 16.00 dan tiba di Terminal Ciboleger, Kabupaten Lebak, Banten sekitar pukul 19.30. Setelah beristirahat sejenak, para peserta menginap di Kampung Kaduketuk, wilayah Baduy Luar, sebagai tempat persiapan menuju kegiatan utama keesokan harinya. Pada Sabtu pagi pukul 06.30, seluruh peserta memulai perjalanan kaki menuju Kampung Cibeo, wilayah Baduy Dalam, yang dikenal sebagai pusat kehidupan masyarakat adat Baduy. Perjalanan pulang-pergi menempuh waktu sekitar 8 jam, melewati jalur perbukitan, hutan, dan sungai yang masih alami. Selama kegiatan, para siswa belajar langsung dari masyarakat Baduy mengenai sistem sosial, nilai-nilai adat, serta bentuk kearifan lokal yang menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian alam dan harmoni sosial. Mereka juga menikmati keindahan alam perbukitan Baduy, sekaligus merenungkan makna hidup sederhana yang dipegang teguh oleh masyarakat adat setempat. Guru Sosiologi MAN IC Serpong, Tri Haryanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar wisata edukatif, tetapi juga pembentukan karakter.  “Selain belajar tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat Baduy, para siswa juga telah membuktikan dirinya kuat dan tangguh. Mereka mampu berjalan kaki selama delapan jam menempuh jalur Baduy Dalam dengan semangat luar biasa,” ujar Tri Haryanto. Hal senada disampaikan oleh Andrian Priantoro, guru Pendidikan Jasmani sekaligus Wakil Kepala Madrasah bidang Sarana dan Prasarana, yang turut mendampingi kegiatan ini.  “Fisik siswa-siswa IC luar biasa. Ini bukti bahwa siswa MAN IC Serpong bukan hanya hebat secara intelektual, tetapi juga memiliki mental dan fisik yang kuat. Kegiatan seperti ini menunjukkan keseimbangan antara kecerdasan akademik dan ketangguhan karakter,” ungkapnya. Kegiatan pembelajaran lapangan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, dan cinta terhadap budaya Indonesia.

Berita Terkini

MAN INSAN CENDEKIA SERPONG BORONG 10 MEDALI DI OSN 2025

MALANG – Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung nasional. Dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang pada 6-11 Oktober, delegasi madrasah tersebut berhasil membawa pulang total 12 penghargaan, terdiri dari 1 medali emas, 6 perak, 3 perunggu, dan 2 Honorable Mention. Medali emas dipersembahkan oleh Muhammad Arya Razan dari cabang Kimia, yang berhasil menunjukkan keunggulannya di antara para talenta sains terbaik dari seluruh Indonesia. Keberhasilan ini mengukuhkan reputasi MAN Insan Cendekia Serpong sebagai salah satu institusi pendidikan pencetak generasi unggul di bidang sains dan teknologi. Keberhasilan delegasi MAN Insan Cendekia Serpong merupakan buah kerja keras kolektif. Medali perak diraih oleh Hilmy Lazuardy (Fisika), Faris Patria (Fisika), Nabila Hayyu (Biologi), Kevin Narendra (Astronomi), Muhammad Ihsan (Kebumian), dan Ahmad Rabbani (Geografi). Sementara itu, medali perunggu disumbangkan oleh Ratu Utami (Biologi), serta Decozaki dan Ratih Rahmaningsih dari cabang Ekonomi. Sementara, siswa MAN Insan Cendekia Serpong, yaitu Akmal Latif (Kebumian) dan Hakim Hadiandaru (Geografi) meraih penghargaan Honorable Mention. Selain mereka yang berhasil meraih medali dan penghargaan, masih ada para finalis, yaitu M. Zulfan (informatika), Khairunnisa Athifah (informatika), Panduaji (astronomi), dan Hangga Arya (kimia) Pada acara penutupan OSN 2025 yang berlangsung di UMM Dome, Sabtu (11/10) malam, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. “Sebanyak 540 siswa dari seluruh Indonesia sudah berkompetisi dengan baik, memberikan upaya terbesar yang bisa dilakukan di masing-masing mata pelajaran, mulai dari matematika, fisika, kimia, hingga geografi,” ujarnya. Maria menjelaskan bahwa proses penjurian berlangsung ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Para juri tidak hanya menilai ketepatan dan keakuratan jawaban, tetapi juga kreativitas, orisinalitas penyelesaian masalah, serta kemampuan analisis dan sintesis. Selain itu, aspek karakter seperti kedisiplinan, kejujuran, dan sportivitas menjadi poin penilaian penting. “Selamat kepada para juara. OSN ini sangat bermanfaat, khususnya dalam upaya pengembangan talenta unggul Indonesia. Nantinya para juara akan dibina lebih lanjut dan menjadi perwakilan Indonesia untuk bersaing di kancah internasional,” tambah Maria. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi seluruh sivitas akademika MAN Insan Cendekia Serpong untuk terus mengukir prestasi di masa mendatang.

Berita Terkini

BENTUK KARAKTER ISLAMI, MAN INSAN CENDEKIA SERPONG INTENSIFKAN PEMBINAAN TAHSIN AL-QUR’AN BAGI SISWI

SERPONG – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muslimah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kokoh dalam pemahaman agama. Melalui program pembinaan Tahsin Al-Qur’an yang terstruktur, madrasah unggulan ini membekali para siswi kelas XI dengan kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih dan benar, sekaligus menanamkan kecintaan mendalam terhadap kitab suci. Program pembinaan ini memiliki nilai strategis, mengingat pentingnya penguasaan kaidah membaca Al-Qur’an yang benar sebagai fondasi utama dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Kegiatan ini berfokus pada penyempurnaan bacaan sesuai kaidah tajwid, mulai dari ketepatan pengucapan huruf (makhraj) hingga sifat-sifatnya yang detail. Di bawah bimbingan Ustadz Mubassyir, program ini dirancang secara komprehensif dan mendalam. Pembahasan tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga diawali dengan penanaman adab atau etika dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Para siswi dibimbing untuk memahami cara membaca ta’awudz dan basmalah yang benar, mengenal tingkatan kecepatan membaca (marotibul qiroah), hingga menguasai materi inti seperti makhorijul huruf dan sifatnya. Menurut penyelenggara, tujuan program ini melampaui sekadar perbaikan kesalahan bacaan. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang tak terpisahkan dari diri setiap siswi. Proses belajar yang disiplin dan terarah ini secara tidak langsung membentuk karakter religius, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap ilmu yang sedang dipelajari. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, MAN Insan Cendekia Serpong berharap para siswinya tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan fasih, tetapi juga dapat merasakan kedekatan spiritual yang lebih dalam. Program tahsin ini menjadi salah satu pilar utama dalam mencetak generasi muda muslimah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian Islami yang kuat, siap menjadi teladan di masa depan. Upaya ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an merupakan investasi jangka panjang yang tak ternilai.

Prestasi

Dari Serpong untuk Dunia!

🌏✨ Para linguistic warriors MAN IC Serpong sukses membuktikan keunggulan bahasa dan logika di ajang International Kangaroo Linguistics Contest 2025! 🥇 Gold Medal – Bima Arya Sigit W. 🥉 Bronze Medal – Athar Ibrahim Amir 🏅 Honorable Mention – Rania, Raissa, Hasnain, dan Kenji Prestasi bukan sekadar hasil, melainkan bukti kerja keras, semangat belajar, dan tekad untuk terus melesat global! Semoga prestasi ini menjadi inspirasi untuk terus berpikir kritis dan berprestasi.🌟

Prestasi

Ide besar lahir dari kepedulian!

🌍💚 Tiga siswi hebat MAN IC Serpong: Rayya, Alifah, dan Fatikha sukses menaklukkan ajang National Environomic and Social Talk 2025 dengan meraih Juara 1 Lomba Esai Nasional! 🎉🥇 Dari kata lahir karya, dari gagasan tumbuh perubahan. 🌱✨ 

Berita Terkini

KELAS XI-7 SABET JUARA UMUM DALAM DRAMA KOLABORASI LIMA MATA PELAJARAN

Jakarta, 6 Oktober 2025 – Semangat seni dan edukasi berpadu dalam ajang Pementasan Drama Kolaborasi Lima Mata Pelajaran (Bahasa Indonesia, Seni, Fikih, Al-Qur’an Hadis, Akidah-Akhlak), berhasil menobatkan kelas XI-7 dengan pementasan berjudul “Temaram” sebagai Juara Umum. Pengumuman pemenang disampaikan dalam upacara bendera hari Senin (6/10) pagi, menyusul pementasan yang telah sukses digelar pada Rabu, 24 September 2025, menampilkan tujuh karya terbaik dari siswa-siswa kelas XI. Perolehan poin Juara Umum menunjukkan persaingan ketat, dengan “Temaram” memimpin tipis dengan skor 2680. Di posisi kedua, ada kelas XI-1 dengan drama yang berjudul  “Lutung Kasarung The Musical” dengan 2605 poin, diikuti oleh kelas XI-5 dan XI-2 dengan judul drama “Balada Makhluk Tuhan” dan “Siti Nurbaya” yang sama-sama meraih 2602 poin. Kemenangan “Temaram” tidak hanya sebatas Juara Umum, namun juga melalui kategori individu, di mana drama ini berhasil membawa pulang penghargaan untuk Aktor Terbaik. Drama “Lutung Kasarung The Musical” juga bersinar dengan meraih gelar Aktris Terbaik. Sementara itu, penghargaan Sutradara Terbaik jatuh kepada pementasan “Almarhum”, dan “Balada Makhluk Tuhan” diapresiasi dengan gelar Figuran Terbaik. Kreasi visual juga mendapat tempat; “Rengkah” memenangkan Poster Terbaik, dan “Siti Nurbaya” dinobatkan sebagai Kostum Terbaik. Terakhir, kategori Cerita Terbaik diraih oleh drama “Hidup Keadilan bagi Yang Melawan”. Kolaborasi unik lima mata pelajaran ini menunjukkan sinergi antara kurikulum akademik dan ekspresi artistik, menghasilkan pementasan drama yang kaya nilai moral dan budaya, sekaligus menguji kemampuan siswa dalam berbagai aspek seni peran dan penulisan naskah. Ajang ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus memupuk bakat siswa di Teater Ashtera.

Scroll to Top