Berita Terkini

SEMANGAT ANGKATAN ASHTERA KUASAI BUDAYA BANTEN DALAM DUA JAM

Serpong, 25 September 2025 – Semangat melestarikan warisan budaya Banten tampak membara di kalangan generasi muda yang tergabung dalam program Aplikasi Pembelajaran. Bertempat di pesisir Pantai Bendalu, Banten, hari Kamis (25/9) menjadi saksi antusiasme luar biasa peserta dalam serangkaian kegiatan edukatif, mulai dari permainan kekompakan hingga penguasaan kesenian tradisional yang hanya membutuhkan waktu singkat. Acara diawali dengan Games Edukatif Bola Beracun di hamparan pasir pantai. Di bawah terik matahari dan birunya langit, para peserta terlihat lincah dan gesit bermain. Permainan ini tak sekadar hiburan, namun menjadi media efektif untuk melatih kekompakan, ketangkasan, dan strategi tim. Semua peserta bersemangat melompat dan menghindar, menunjukkan sinergi kelompok yang kuat. Memasuki sesi inti, peserta diajak menyelami kekayaan seni budaya Banten di Sanggar Tari Raksa Budaya. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok berkesempatan belajar intensif selama dua jam untuk menguasai salah satu kesenian yang tersedia: Rampak Bedug, Rebana, Gamelan, Pencak Silat, dan Tari Walijamaliha. Pembagian waktu belajar yang singkat, hanya dua jam, tidak menyurutkan semangat mereka. Sebaliknya, antusiasme peserta terlihat jelas. Dalam sesi latihan, foto memperlihatkan sejumlah pemuda serius belajar menabuh Rebana di bawah bimbingan pelatih, sementara di panggung tertutup, kelompok siswi tampak ceria dan lincah menampilkan gerakan Tari Walijamaliha, tarian khas Banten yang dikenal energik dan menggambarkan masyarakat yang riang sekaligus agamis. Puncaknya, mereka yang mempelajari seni bela diri turut memukau penonton. Para siswa dan siswi terlihat tampil atraktif dalam atraksi Pencak Silat dan Rampak Bedug. Gerakan silat yang dinamis, dipadukan dengan irama tabuhan bedug yang serempak—mencerminkan arti kata ‘Rampak’ yang berarti kompak. Para pelatih dan peserta dengan bangga menunjukkan hasil belajar kilat mereka, membuktikan bahwa dengan bimbingan tepat dan semangat tinggi, warisan leluhur dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi penerus. Momen kebersamaan ini menjadi penutup manis dari perpaduan sempurna antara rekreasi dan edukasi, menegaskan komitmen mereka dalam menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kekompakan tim. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut, menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Berita Terkini

DRAMA KOLABORASI PELAJARAN, TEATER ASHTERA SAJIKAN PEMENTASAN EDUKATIF

TANGERANG SELATAN – Teater bukan sekadar pentas seni. Di tangan siswa-siswi Teater Ashtera, teater menjadi media kreatif untuk menggabungkan berbagai mata pelajaran. Rabu, 24 September, menjadi saksi pementasan “Drama Kolaborasi Mapel 2025” yang sukses diselenggarakan. Acara ini menampilkan tujuh pertunjukan yang digarap langsung oleh siswa kelas XI, menggabungkan pelajaran Bahasa Indonesia, Seni, Fikih, Al-Qur’an Hadis, dan Akidah-Akhlak. Sesuai dengan namanya, pementasan ini adalah hasil integrasi kurikulum. Setiap naskah drama dirancang untuk mengaplikasikan teori dari berbagai mata pelajaran. Misalnya, dialognya menguji pemahaman Bahasa Indonesia, unsur estetikanya merefleksikan pelajaran Seni, dan pesan moralnya didasarkan pada Fikih, Al-Qur’an Hadis, serta Akidah-Akhlak. Misi Edukatif di Balik Panggung Salah satu pementasan yang menarik perhatian adalah “Almarhum” dari kelas XI-4. Judulnya yang memancing rasa penasaran ternyata mengisahkan tentang sisi lain dari kehidupan sebelum kematian datang, pesan-pesan moral dari pelajaran agama begitu terasa. Sementara itu, kelas XI-2 menampilkan “Sitti Nurbaya”, sebuah reinterpretasi modern dari novel klasik yang tetap relevan hingga kini. Mereka menunjukkan bagaimana karya sastra dapat dihidupkan kembali dengan sentuhan kontemporer. Ada juga pertunjukan dengan judul yang puitis seperti “Balada Makhluk Tuhan” dari kelas XI-5, dan “Lutung Kasarung The Musical” yang menghadirkan cerita rakyat dengan kemasan musikal yang segar. Pertunjukan lainnya, seperti “2045: Hidup Keadilan Bagi Yatim Piatu”, “Temaram”, dan “Rengkah” juga menawarkan cerita yang unik dengan pesan mendalam yang menyentuh hati penonton. Kepala madrasah menyatakan bahwa acara ini adalah wujud nyata dari pembelajaran yang inovatif. “Kami ingin membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Melalui teater ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar bekerja sama, memecahkan masalah, dan berkreasi. Ini adalah pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi mereka,” jelasnya. Pementasan “Drama Kolaborasi Mapel 2025” ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan inspirasi baru tentang cara belajar yang efektif dan menyenangkan. Dengan menggabungkan seni dan ilmu pengetahuan, para siswa menunjukkan bahwa kreativitas adalah kunci untuk memahami dunia di sekitar mereka, sekaligus mengasah karakter diri.

Berita Terkini

Mengenal Bangsa, Menyapa Semesta: Aplikasi Pembelajaran Kelas XII di TMII

Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, MAN Insan Cendekia Serpong melaksanakan Kegiatan Aplikasi Pembelajaran Kelas XII yang bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII sebanyak 143 siswa serta Bapak/Ibu Guru pendamping. Dalam kunjungan ini, siswa mengeksplorasi berbagai wahana edukatif yang ada di TMII, di antaranya Museum Indonesia, Museum Penerangan, serta Sky World (Planetarium dan ruang angkasa). Selain itu, siswa juga melakukan eksplorasi di kawasan TMII untuk menambah wawasan kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoretis, tetapi juga dapat menghubungkannya dengan realitas kehidupan. Melalui kunjungan ke Museum Indonesia, siswa memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai kekayaan budaya bangsa. Sementara itu, di Museum Penerangan, mereka belajar tentang sejarah dan perkembangan dunia informasi serta peran penting media dalam membangun bangsa. Di Sky World, siswa diperkenalkan dengan pengetahuan astronomi, antariksa, serta simulasi tata surya yang memberikan wawasan ilmiah tentang alam semesta. Kegiatan ini terlaksana dengan penuh antusias, interaktif, dan menyenangkan. Siswa terlihat aktif bertanya, mendokumentasikan pengalaman, serta berdiskusi dengan instruktur dari musium penerangan dan sky world serta guru pembimbing. Dengan metode pembelajaran kontekstual seperti ini, diharapkan siswa kelas XII MAN IC Serpong dapat memperluas wawasan, mengasah keterampilan berpikir kritis, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan Indonesia.

Berita Terkini

Petualangan Edukatif MAN IC Serpong: Dari Coding di Museum Listrik hingga Jelajah Sejarah Transportasi

JAKARTA – Sebanyak 140 siswa kelas 10 MAN Insan Cendekia (IC) Serpong menggelar kegiatan Aplikasi Pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 23 September 2025. Para siswa didampingi oleh 14 guru pendamping, dan rombongan berangkat menggunakan tiga unit bus dari MAN IC Serpong pada pukul 07.00 WIB. Perjalanan lancar, dan mereka tiba di TMII sekitar pukul 08.20 WIB, siap untuk memulai petualangan edukatif mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa di luar ruang kelas. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan ilmu di lingkungan yang relevan. Titik fokus utama kegiatan ini adalah Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) serta Museum Transportasi. Di MLEB, kegiatan diawali dengan sesi workshop tentang coding. Para siswa disambut dengan presentasi materi yang mendalam, dilanjutkan dengan sesi praktik langsung. Dengan bimbingan para guru, mereka berkesempatan untuk mengimplementasikan teori coding yang telah mereka pelajari, mengubah museum menjadi “laboratorium” interaktif. Setelah sesi workshop, para siswa diajak untuk menjelajahi seluruh area museum. Didampingi oleh pemandu yang berpengalaman, mereka melihat berbagai peragaan dan koleksi menarik tentang sejarah listrik dan teknologi energi di Indonesia. Usai eksplorasi di MLEB, rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Transportasi. Di sana, para siswa kembali didampingi oleh pemandu untuk mengeksplorasi koleksi beragam alat transportasi, mulai dari gerbong kereta kuno, mobil-mobil bersejarah, hingga replika pesawat. Mereka belajar tentang evolusi transportasi dan perannya dalam peradaban manusia. Setelah menyelesaikan sesi terstruktur di kedua museum, para siswa diberikan waktu luang untuk menikmati fasilitas dan wahana lain di TMII. Ini menjadi momen penting bagi mereka untuk bersosialisasi dan berekreasi, mempererat ikatan pertemanan di luar konteks akademis. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan semangat belajar, tetapi juga keterampilan sosial dan kemandirian siswa. Kegiatan Aplikasi Pembelajaran ini menjadi salah satu program unggulan MAN IC Serpong untuk menciptakan metode pembelajaran yang tidak monoton. Dengan pendekatan ini, diharapkan para siswa dapat melihat relevansi ilmu yang mereka pelajari dengan kehidupan nyata. Setelah Magrib, rombongan kembali ke MAN IC Serpong dengan membawa pengalaman dan pengetahuan baru yang berharga.

Berita Terkini

KAJIAN TAHSIN AL QURAN

Demi meningkatkan kualitas bacaan Alquran, siswa-siswi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong antusias mengikuti kegiatan kajian tahsin yang diselenggarakan secara rutin. Program ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum madrasah, bertujuan membimbing para siswa memperbaiki dan memperindah bacaan sesuai kaidah tajwid yang benar. Kegiatan tahsin ini dibimbing langsung oleh Ustadz Mubassyir, salah satu pembina asrama yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dengan bimbingan beliau, para siswa diharapkan dapat memperbaiki makhraj huruf (tempat keluarnya huruf), panjang pendek bacaan, serta menguasai hukum-hukum Tajwid lainnya. Dalam suasana yang interaktif, Ustadz Mubassyir memberikan bimbingan personal kepada setiap siswa. Pada pertemuan terakhir, fokus kajian adalah hukum tajwid dalam Surat An-Naml ayat 15–18. Materi yang dibahas meliputi Mad Thabii, Mad ‘Iwad, dan Mad ‘Aridl Lissukun. Ustadz Mubassyir menjelaskan secara detail perbedaan antara ketiga hukum tersebut, memberikan contoh cara membacanya, dan mengidentifikasi kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para pembaca. Setelah sesi penjelasan, para siswa diberi kesempatan untuk membaca ayat-ayat tersebut secara bergiliran. Setiap siswa yang membaca, langsung mendapatkan koreksi dan contoh bacaan yang benar dari Ustadz Mubassyir. Metode ini terbukti efektif dalam mempermudah pemahaman dan praktik langsung. Dengan begitu, setiap kesalahan bisa langsung diperbaiki, memastikan bacaan yang dihasilkan sesuai dengan standar tajwid yang sahih. Kegiatan kajian tahsin ini tidak sekadar berfokus pada teknis bacaan, tetapi juga memiliki misi yang lebih besar, yaitu menumbuhkan kecintaan siswa untuk membaca Alqur’an dengan tartil (perlahan dan benar). Dengan bacaan yang benar dan indah, para siswa tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi teladan bagi teman-teman mereka. Lebih dari itu, penguasaan tajwid yang mumpuni juga menjadi bekal berharga bagi mereka untuk dapat memimpin salat, sebuah peran yang sangat mulia dalam komunitas Muslim. Inisiatif MAN Insan Cendekia Serpong melalui program tahsin ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam, dimulai dari hal fundamental seperti bacaan Alquran. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi madrasah lain untuk menerapkan hal serupa.

Berita Terkini

PENERIMAAN TAMU AMBALAN PRAMUKA

Pada hari Sabtu, 20 September 2025, Gugus Depan 02.061 dan 02.062 melaksanakan kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan untuk peserta didik kelas X angkatan 31 di MAN Insan Cendekia Serpon. Acara dimulai pada sore hari dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan bagi para peserta didik. Suasana sore itu terasa khidmat sekaligus penuh semangat karena seluruh peserta hadir dengan seragam lengkap. Memasuki malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan api unggun yang menjadi puncak kebersamaan. Setiap sangga menampilkan kreasi seni dan yel-yel yang telah dipersiapkan sebelumnya, mulai dari drama singkat, lagu, hingga tarian kreatif. Api unggun yang menjulang tinggi semakin menambah kehangatan suasana, mempererat persaudaraan di antara para peserta, pembina, dan dewan ambalan. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi adik-adik kelas X untuk lebih mengenal kakak ambalan dan nilai-nilai persaudaraan dalam pramuka. Sebagai penutup, diadakan jurit malam yang dibagi menjadi 5 pos. Setiap pos menghadirkan tantangan berbeda, seperti uji ketangkasan, kerjasama tim, pengetahuan kepramukaan, hingga simulasi kepemimpinan. Jurit malam ini melatih keberanian, kecermatan, dan kebersamaan peserta. Kegiatan berakhir dengan penutupan oleh Wakil Kepala Madrasah bidang Keasramaan dan secara resmi seluruh siswa kelas X menjadi anggota gugus depan 02.061 dan 02.062. Diharapkan melalui kegiatan ini, para tamu ambalan semakin siap menjadi anggota pramuka penegak yang berkarakter, tangguh, dan mampu menjadi teladan di lingkungan madrasah.

Berita Terkini

DELEGASI MAN IC SERPONG LOLOS KE TINGKAT PROVINSI, SIAP BERLAGA DI OLIMPIADE MADRASAH INDONESIA 2025

TANGERANG SELATAN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong kembali mengukir prestasi gemilang setelah delegasi siswanya dinyatakan lolos ke tahap seleksi tingkat provinsi pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2025. Para pemenang ini secara khusus diundang untuk menerima apresiasi dan penghargaan atas pencapaian mereka di tingkat kota oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan. Surat undangan resmi Kemenag Kota Tangerang Selatan bernomor 3049/KK.28.08.03/PP.00/09/2025, yang diterbitkan pada 18 September 2025. Surat tersebut merupakan undangan bagi para kepala madrasah dan siswa berprestasi untuk menghadiri acara penyerahan penghargaan OMI 2025 tingkat kota. Acara berlangsung pada hari Jumat, 19 September 2025, di Ruang Aula MTSN 1 Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 15 siswa terbaik dari MAN Insan Cendekia Serpong berhasil melaju ke babak berikutnya, menunjukkan dominasi madrasah tersebut di berbagai bidang ilmu. Para siswa ini tersebar dalam enam mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, dan Ekonomi. Di bidang Matematika, nama Zaydan M. Yasin dan Muthia Putri R. berhasil mengharumkan nama madrasah. Untuk bidang Ekonomi adalah Decozaki Kumlatama. Sementara di bidang Fisika, prestasi gemilang diukir oleh Faris Patria C., Hilmy Lazuardhy N., dan Javier Nur Syamsi. Di mata pelajaran Kimia, delegasi yang lolos ke provinsi adalah Alfreda Risqullah S., Azka Nabil Adnan, dan Hangga Arya M. H. Untuk bidang Biologi, delegasi MAN IC Serpong diwakili oleh Sarah Risda H., Ratu Utami Dewi, dan Arkaan Farabhy. Sedangkan di bidang Geografi, Fauzah Zahrani S., Bumi Jauhar K., dan A. Rabbbani Raja S. menjadi perwakilan yang siap bertanding di tingkat provinsi. Terakhir, Alfi Kurniatama menjadi satu-satunya perwakilan yang lolos di mata pelajaran Ekonomi. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa, bimbingan para guru, dan dukungan penuh dari pihak madrasah. Prestasi ini juga menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di MAN Insan Cendekia Serpong, yang terus mencetak generasi muda berprestasi di kancah nasional. Langkah selanjutnya, para delegasi ini akan berjuang di tingkat provinsi dengan membawa nama baik Kota Tangerang Selatan. Segenap keluarga besar MAN Insan Cendekia Serpong memohon doa dan dukungan agar para siswa dapat memberikan hasil terbaik dan meraih tiket menuju Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat nasional.

Berita Terkini, Weekly Agenda Madrasah

MILAD KE-29 MAN INSAN CENDEKIA SERPONG: PERAYAAN PENUH SEMANGAT DAN PRESTASI

SERPONG, 20 September 2025 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong merayakan Milad ke-29 dengan penuh suka cita pada Sabtu, 20 September 2025. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi seluruh civitas akademika, tetapi juga momen refleksi atas perjalanan madrasah yang telah melahirkan banyak prestasi gemilang hingga kancah global. Tanggal 21 September ditetapkan sebagai hari lahir MAN Insan Cendekia Serpong, bertepatan dengan perpindahan bersejarah dari Wisma Hikmat di Ciputat ke kampus yang sekarang. Peristiwa ini diibaratkan seperti ‘hijrahnya’ Nabi Muhammad saw dari Mekah ke Madinah, sebuah simbol perpindahan menuju masa depan yang lebih baik dan penuh keberkahan. Perayaan diawali dengan kegiatan senam pagi yang dipimpin oleh angkatan ke-31, diikuti dengan jalan santai. Seluruh siswa dan guru berjalan sejauh 2 kilometer, melewati rute Kampung Cadas Mapar, Kantor DPRD Tangsel, dan Taman Tekno, sebelum akhirnya kembali ke kampus. Dalam kegiatan ini, para siswa dibagi dalam kelompok Gura-Siwa. Merek ditugaskan untuk mendokumentasikan perjalanan mereka. Foto terbaik akan mendapatkan hadiah menarik. Kelompok Gura Ibu Siti Sofiatun berhasil meraih juara pertama, disusul oleh Gura Bu Nova di posisi kedua, dan Gura Pak Sopian sebagai juara ketiga. Setelah jalan santai, acara dilanjutkan di Gedung PPT dengan pertunjukan hiburan dari perwakilan siswa dan guru. Suasana ceria memenuhi ruangan, ditambah dengan pembagian doorprize yang selalu dinanti. Pak Dedi dan Bu Nova menjadi dua orang yang paling beruntung karena berhasil membawa pulang doorprize utama. Kemeriahan semakin memuncak dengan adanya lomba cerdas cermat antar-Gura. Peserta diuji dengan 25 pertanyaan seputar MAN Insan Cendekia Serpong. Kelompok Gura Bu Susi, Bu Gustinefa, dan Pak Erwin keluar sebagai pemenang setelah menunjukkan kecepatan dan ketepatan dalam menjawab. Acara puncak ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Bapak Kepala Madrasah memberikan potongan tumpeng pertama kepada mantan Kepala Madrasah MAN IC Serpong, Ibu Persahini Sidik, dilanjutkan kepada para tamu undangan. Perayaan Milad ke-29 ini tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga sebuah wujud nyata dari kebersamaan dan kekeluargaan yang erat. Semoga semangat ini terus memacu MAN Insan Cendekia Serpong untuk terus melahirkan generasi unggul dan berprestasi yang mendunia, membawa nama baik Indonesia di panggung internasional.

Berita Terkini, Prestasi

GEMILANG DI OSN 2025: MAN INSAN CENDEKIA SERPONG ANTAR 16 FINALIS KE TINGKAT NASIONAL

MAN Insan Cendekia Serpong kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2025. Dari 18 peserta yang berkompetisi di tahap semifinal, sebanyak 16 siswa berhasil menembus babak final yang akan berlangsung di Kota Malang. Mereka adalah Hilmy Lazuardhy, Faris Patria C, M. Arya Razan, Hangga Arya M. H, Nabila Hayyu A, Ratu Utami Dewi, Khairunnisa Athifah, Muhammad Zulfan M, Ratih Rahmaningsih, Decozaki Kurniatama, Ahmad Rabbani R, M. Hakim Hadiandaru, Panduaji Suswanto, Kevin Narendra A. P, M. Akmal Lathif dan Muhammad Ihsan. Adapun bidang lomba yang berhasil diikuti oleh para finalis tersebut meliputi Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Informatika, Kebumian, dan Astronomi. Sementara untuk bidang Matematika, belum ada wakil yang dapat melaju ke tahap final. Meski demikian, capaian 16 finalis dari hampir seluruh cabang lomba ini menjadi bukti nyata atas mutu akademik yang dimiliki siswa-siswi madrasah. Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam. Seluruh civitas akademika MAN Insan Cendekia Serpong menyadari bahwa pencapaian ini adalah karunia Allah SWT yang terwujud berkat kerja keras para siswa, dukungan guru pembimbing, serta doa dari orang tua dan keluarga besar madrasah. Syukur ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus menjaga amanah prestasi dengan rendah hati dan semangat yang berkelanjutan. Partisipasi dalam OSN tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi, melainkan juga wadah pembinaan diri, pengembangan potensi, serta penguatan karakter ilmiah yang berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Hal ini selaras dengan semangat madrasah dalam mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan para finalis ini diharapkan menjadi pemicu semangat untuk terus memberikan yang terbaik pada tahap final nantinya. Dengan konsistensi, kerja keras, dan doa, para siswa diyakini mampu mengharumkan nama madrasah sekaligus memperlihatkan bahwa madrasah memiliki kapasitas besar dalam bidang sains. Final OSN 2025 yang akan digelar di Kota Malang akan mempertemukan siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia. MAN Insan Cendekia Serpong menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh finalis. Teruslah berjuang dengan penuh dedikasi, tunjukkan prestasi terbaik, dan jadilah teladan yang menginspirasi generasi muda Indonesia. Kemenangan sejati bukan hanya dalam medali yang diraih, melainkan dalam proses belajar, berjuang, dan memberi manfaat bagi bangsa. Selamat berjuang!

Berita Terkini

PEMBINAAN KEASRAMAAN DI SENIN PAGI

Pembinaan keasramaan di Senin pagi tanggal 15 September 2025 kali ini memberikan materi yang mendalam dan penuh makna. Ustadz Pahrurroji menyampaikan bahwa sejak awal berdirinya, MAN Insan Cendekia Serpong memang berkomitmen untuk mensuplai generasi cendekia yang kompeten. Perspektif insan cendekia tentang amal shalih pun tidak semata-mata dipahami sebagai ibadah ritual, melainkan diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang bermanfaat. Hal ini menjadi penting di tengah fenomena kekeringan spiritual yang kerap melanda generasi muda perkotaan. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya menjadi generasi ulil albab, yaitu pribadi yang senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan: baik dalam kondisi berdiri, duduk, maupun berbaring seperti yang disebutkan dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 190-191. Spiritualitas tidak boleh dibatasi hanya dalam bentuk ritual, tetapi harus dimaknai secara komprehensif dalam perilaku sehari-hari. Salah satunya adalah terkait kejujuran, sebab kejujuran akan mengarahkan pada kebaikan, dan kebaikan akan membawa menuju surga. Karena itu, siswa ditekankan untuk tidak menyontek atau melakukan kerja sama yang tidak benar, karena praktik ketidakadilan atau unfair merupakan tanda rapuhnya spiritualitas. Pesan penting lainnya adalah bahwa kebiasaan akan membentuk karakter, dan karakter inilah yang akan menentukan masa depan. Seorang pintar yang tidak jujur bisa merusak seluruh sistem. Koruptor pun disebut sebagai orang yang merusak masyarakat, hingga tidak layak untuk dimuliakan. Karena itu, siswa diingatkan agar tidak tergoda oleh balasan pragmatis, tetapi senantiasa berpegang pada prinsip kebaikan. Dengan pembinaan keasramaan ini, diharapkan terbentuk insan cendekia yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi SDM unggul bagi bangsa.

Scroll to Top