MEDALI NUKLIR DARI ARAB SAUDI
Alhamdulillah, delegasi Indonesia, yang berasal dari MAN Insan Cendekia Serpong, Faris Chariansyah, berhasil meraih medali perunggu dalam ajang bergengsi Internasional Nuclear Science Olympiad (INSO) di Jeddah, Arab Saudi. Even yang diselenggarakan pada tanggal 2 sampai 9 Agustus 2026 itu diikuti oleh 60 peserta dari 15 negara di dunia. MAN ICS yang diwakilkan oleh Faris dan Hilmy (Hilmy Lazuardhy) Angkatan 29, terpilih sebagai dua delegasi Indonesia bersama 2 orang peserta lainnya. Faris bersama tim, yang berangkat dari Indonesia, didampingi oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang selama ini membimbing dan mendampingi persiapan mereka. Faris bercerita bahwa lomba dilakukan selama dua hari. Hari pertama berisikan tes eksperimen yang berisi tentang simulator reaktor nuklir dan analisis keamanan bahan nuklir, sedangkan hari kedua berisikan tes teori yang berisi tentang penanggalan radioaktivitas, reaktor nuklir, sensor, dan lainnya. Alhamdulillah Faris dapat menjalaninya dengan baik. Dalam penyambutannya setelah tiba di tanah air tadi pagi di lapangan upacara MAN ICS, Faris mengucapkan syukur pada Allah SWT dan juga berterimakasih pada guru yang telah banyak menginspirasi serta tidak lupa memberikan semangat pada adik-adik kelasnya, agar mereka terus berusaha memberikan yang terbaik. Bapak Kepala Madrasah juga memberikan apresiasinya yang tinggi kepada dua delegasi MAN ICS dan memberi semangat kepada adik-adik kelas untuk juga bisa mengikuti prestasi yang diraih di ajang-ajang internasional. Alhamdulillah siswa MAN ICS telah banyak memberikan prestasi bukan hanya untuk diri mereka sendiri dan madrasah namun juga untuk harumnya nama bangsa dan negara, Indonesia di kancah internasional. Semoga capaian ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan.
PENGUATAN PENCEGAHAN KEKERASAN DI MADRASAH BERASRAMA
SERPONG — Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam. Agenda nasional yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan bagi peserta didik di lingkungan pendidikan berbasis asrama. Pendidikan Islam berbasis asrama dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak, dan keilmuan para santri maupun siswa. Oleh karena itu, penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan fisik maupun pelecehan seksual menjadi prioritas utama. Penanganan isu kekerasan di lingkungan pendidikan dipandang perlu agar tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan psikologis peserta didik. Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program tersebut, pihak madrasah mengirimkan dua orang perwakilan pembina asrama untuk berpartisipasi dalam kegiatan koordinasi nasional ini. Perwakilan yang ditugaskan yaitu Ustadz Muhammad Lukman dan Ustadz Ahmad Mubassyir. Kehadiran kedua pembina tersebut difokuskan untuk menyerap arahan teknis serta kebijakan strategis terkait mekanisme pencegahan kekerasan yang diterapkan oleh Kementerian Agama. Dalam pertemuan koordinasi tersebut, seluruh pemangku kepentingan menyepakati sejumlah langkah strategis. Langkah-langkah tersebut meliputi pembentukan dan penguatan kelembagaan Satgas di setiap satuan pendidikan, penyusunan indikator pengawasan terhadap aktivitas harian peserta didik, serta penyiapan mekanisme penanganan yang terintegrasi. Selain itu, kegiatan ini merumuskan program penumbuhan budaya berani melapor bagi seluruh warga asrama yang melihat atau mengalami tindakan kekerasan. Melalui konsolidasi ini, seluruh pembina asrama diharapkan dapat menerapkan sistem deteksi dini serta pengawasan yang lebih ketat di lingkungan tempat tinggal siswa. Pihak madrasah berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil koordinasi dengan menyusun regulasi internal yang selaras dengan panduan dari Kementerian Agama. Langkah preventif yang terstruktur ini diharapkan mampu mewujudkan sistem perlindungan anak yang berkelanjutan di lembaga pendidikan Islam. Dengan terciptanya suasana belajar yang kondusif, aman, dan ramah anak, seluruh peserta didik dapat menjalankan kegiatan akademik serta keagamaan di asrama secara optimal.
RENTETAN PRESTASI INTERNASIONAL SISWA MAN SERPONG
SERPONG — Siswa dan alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong kembali mencatatkan berbagai pencapaian akademik di tingkat nasional maupun internasional pada tahun 2026. Capaian ini meliputi penerimaan beasiswa perguruan tinggi, keberhasilan dalam olimpiade sains, hingga kemenangan pada kompetisi karya tulis ilmiah. Di tingkat perguruan tinggi, sebanyak 21 alumni angkatan 29 MAN Insan Cendekia Serpong resmi dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk jenjang Strata Satu (S-1) di dalam negeri. Program beasiswa ini memberikan kesempatan bagi para lulusan untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Selain keberhasilan alumni, prestasi internasional dipersembahkan oleh Muhammad Arya Razan. Ia berhasil meraih medali perak pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-58 tahun 2026 yang berlangsung di Uzbekistan. Kompetisi ilmu kimia tingkat dunia ini diikuti oleh peserta didik terbaik dari berbagai negara. Prestasi internasional lainnya diraih oleh dua siswi, yakni Sachio Diandra Najla dan Nachwa Aliefya Putri Dharma. Keduanya sukses meraih Medali Emas (Gold Medal) dan Penghargaan Kedua (Second Prize) pada ajang The 12th ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Mereka bertanding pada kategori Biological Sciences dengan menyajikan hasil penelitian sains siswa tingkat Asia Tenggara. Pada bidang karya tulis ilmiah, Muhammad Kika Febriyansyah mengukir prestasi dengan meraih Juara Pertama (1st Prize) dalam ajang Franklin Essay Prize 2026. Kika menjuarai kompetisi ini pada kategori General Science melalui penulisan esai yang dinilai berdasarkan ketajaman analisis serta literasi sains. Di tingkat nasional, siswa bernama Idrus Azzam berhasil meraih predikat sebagai Peserta Terbaik Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 untuk Jenjang Pendidikan Menengah Umum. Ajang pembinaan talenta nasional ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pihak madrasah menyatakan bahwa deretan pencapaian ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang terstruktur, kerja keras siswa, serta pendampingan intensif dari para guru. Keberhasilan siswa dan alumni di berbagai ajang internasional dan nasional ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh peserta didik MAN Insan Cendekia Serpong untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.










