Berita Terkini

MAN INSAN CENDEKIA SERPONG ERATKAN UKHUWAH LEWAT BUKA PUASA BERSAMA

Serpong, 21 Maret 2025 – Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong menggelar acara buka puasa bersama yang meriah pada Kamis, 20 Maret 2025. Acara yang bertemakan “Berbagi Kebahagiaan bersama Civitas MAN Insan Cendekia Serpong” ini dihadiri oleh 254 peserta yang terdiri dari keluarga guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan alumni. Suasana keakraban dan kekeluargaan sangat terasa dalam acara yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota civitas MAN Insan Cendekia Serpong. Ketua Umum Ikatan Alumni MAN Insan Cendekia Serpong, M. Ichsan, beserta beberapa anggota alumni lainnya turut hadir memeriahkan acara. “Acara ini merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat ukhuwah antara madrasah dengan Alumni. Semoga kegiatan ini dapat terus mempererat hubungan antarcivitas MAN Insan Cendekia Serpong,” ujar M. Ichsan dalam sambutannya. Untuk menambah semarak acara, panitia menyelenggarakan berbagai lomba menarik yang diikuti oleh 35 anak-anak guru dan tenaga kependidikan. Lomba-lomba tersebut meliputi lomba mewarnai, lomba hafalan surat pendek, dan lomba azan. Ustaz Away, Ustaz Mubasyir, dan Ustaz Ii didaulat menjadi juri untuk masing-masing lomba. Acara inti diisi dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Ustaz Bahrul. Dalam tausiahnya, Ustaz Bahrul mengangkat tema “Tiga Faktor Utama Istiqamah”. Beliau menjelaskan bahwa istiqamah dapat diraih dengan zikir, ilmu, dan sabar. Zikir berfungsi untuk menjaga hati agar selalu mengingat Allah, ilmu memberikan pemahaman agama yang benar, dan amal ibadah menjadi bukti nyata keteguhan iman. “Dengan istiqamah, seorang muslim akan mampu menjalani hidup dengan tenang, berada di jalan yang lurus, serta meraih keselamatan dan keberkahan di dunia dan akhirat,” tutur Ustaz Bahrul. Kebahagiaan para peserta semakin bertambah dengan adanya pembagian bingkisan Ramadan dan suvenir superhero bagi anak-anak guru dan tenaga kependidikan. Acara buka puasa bersama ini dapat terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Koperasi Insan Mandiri, Ikatan Alumni Insan Cendekia, Komite, dan Tim Kerja Sama Klaten. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Kepala Madrasah, Bapak Hilal Najmi.

Berita Terkini

MEMBUKA TAHFID CAMP RAMADAN, KEPALA MADRASAH AJAK SISWA BERSIHKAN DIRI BERSIHKAN HATI

Kegiatan Tahfid Camp Ramadan adalah agenda rutin tahunan bagi siswa siswi MAN Insan Cendekia Serpong, dengan tujuan untuk menambah hafalan Al Quran para siswa. Mereka fokus berkegiatan menghafal Al Quran, dan kegiatan belajar mengajar diliburkan selama satu minggu. Untuk tahun 2025 ini, kegiatan Tahfid Camp Ramadan dilaksanakan pada hari Senin 17 Maret 2025 sampai hari Jumat tanggal 21 Maret 2025.  Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 17 Maret 2025 dan dibuka secara resmi oleh Bapa Kepala Madrasah, Bapak Hilal Najmi. Kegiatan pembukaan ini diikuti oleh siswa kelas X dan kelas XI, dan bertempat di Masjid Ulil Albab. Dalam sambutannya, Bapa Kepala Madrasah mengingatkan siswa bahwa ada 4 hal yang bisa dilakukan untuk lancar menghafal  Al Quran,  yaitu meluruskan niat, bersungguh-sungguh dalam menghafal, membersihkan diri dan membersihkan hati, serta tawakkal kepada Allah Swt. Jika semua ikhtiar sudah dilakukan, maka tahap akhir adalah tawakkal. Para siswa mengikuti kegiatan ini dengan khidmat dan menyimak apa yang disampaikan oleh Bapak Kepala Madrasah. Semoga kegiatan ini menjadi aktivitas positif di bulan Ramadan, dan tidak hanya menjadi ajang untuk menambah kuantitas hafalan, tapi juga memperkuat kualitas penanaman nilai-nilai Al- Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkini

PERINGATI NUZULUL QURAN, SISWA KHATAMAN QURAN 30 JUZ

Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 17 Ramadan setiap tahunnya oleh umat Islam di seluruh dunia. Salah satu aktivitas yang biasa dilakukan adalah khataman Quran. Aktivitas khataman Quran pun dilakukan oleh siswa siswi MAN Insan Cendekia Serpong pada hari Ahad 16 Maret 2025 yang bertepatan dengan malam 17 Ramadan. Kegiatan yang dilakukan setelah shalat Tarawih ini, adalah membaca Al Quran secara bergantian dalam kelompok hingga 30 juz. Jadi siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, sesuai jumlah juz dalam Al Quran, kemudian setiap siswa membaca 2 lembar atau 4 halaman sehingga semuanya selesai 30 juz dalam waktu 30 menit. Diharapkan dengan kegiatan ini, siswa dapat semakin cinta dengan Al Quran dan mampu memanfaatkan waktu di bulan Ramadan, terlebih malam ke-17 dengan aktivitas positif dan bermanfaat. Semoga interaksi siswa dengan Al Quran semakin dekat dan terbiasa menjadikan         Al Quran sebagai petunjuk dan referensi aktivitas harian yang rutin dilakukan.

Berita Terkini

BUKBER WARGA RUMAH DINAS MAN IC SERPONG: MERAJUT SILATURAHMI, MEMPERERAT KEBERSAMAAN

Serpong, 13 Maret 2025 – Suasana hangat menyelimuti rumah dinas MAN Insan Cendekia Serpong saat warga berkumpul dalam acara Buka Puasa Bersama pada Kamis (13/3). Acara ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat kebersamaan, sejalan dengan tema yang diusung: “Merajut Silaturahmi, Mempererat Kebersamaan”. Hangatnya Kebersamaan di Bulan Ramadan Sejak sore, warga rumah dinas beserta keluarga mulai berdatangan dengan penuh antusias. Sapaan hangat dan obrolan ringan mengawali pertemuan ini, menciptakan suasana akrab dan kekeluargaan. Acara ini menjadi kesempatan berharga untuk lebih mengenal satu sama lain serta mempererat hubungan yang telah terjalin. Kultum Sebelum Berbuka Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan keutamaan, terutama dalam hal peningkatan ibadah dan pengendalian hawa nafsu. Ustadz M. Zaenuri, Lc., M.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Keasramaan, dalam kultum singkatnya menekankan pentingnya memanfaatkan bulan suci ini untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Puasa di bulan Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan menjauhi perbuatan maksiat. Dengan menjalani puasa secara ikhlas dan penuh keimanan. Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki akhlak, dan meningkatkan ibadah, baik itu melalui shalat, membaca Al-Qur’an, maupun melakukan amal baik lainnya. Dengan demikian, bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas diri sebagai seorang Muslim. Buka Puasa Bersama dalam Suasana Kekeluargaan Saat adzan maghrib berkumandang, seluruh warga duduk bersama dan menikmati takjil yang telah disiapkan. Tidak ada sekat di antara mereka; semua berkumpul dalam satu kebersamaan. Setelah itu, hidangan utama pun dinikmati dalam suasana penuh keakraban. Perbincangan ringan, canda tawa, dan kebersamaan semakin terasa, menjadikan buka puasa ini lebih dari sekadar makan bersama, tetapi juga mempererat hubungan sebagai satu keluarga besar. Harapan untuk Kebersamaan yang Lebih Erat Buka puasa bersama menjadi momen yang sangat dinanti, karena memberikan kesempatan untuk berkumpul dan berbagi cerita di tengah kesibukan sehari-hari. Warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai kesempatan lainnya, agar hubungan silaturahmi semakin kuat dan kebersamaan tetap terjaga. Bu Ifat menyatakan, “Kegiatan buka bersama ini tidak hanya berbagi kebahagiaan dalam momen Ramadan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan persaudaraan di lingkungan rumah dinas MAN IC Serpong.” Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan setiap individu dapat merasakan manfaat dari silaturahmi yang terjalin, serta menjadikan Ramadan sebagai momen untuk saling mendukung dan berbagi.

Berita Terkini

MAN INSAN CENDEKIA SERPONG JADI TUJUAN STUDI LAPANGAN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN JAKARTA

Serpong – Senin, 10 Maret 2025 – MAN Insan Cendekia Serpong menerima kunjungan studi lapangan dari Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Sebanyak 16 peserta dari Balai Diklat Keagamaan Jakarta, yang terdiri dari panitia dan peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VI, hadir dalam kunjungan tersebut. Kunjungan studi lapangan ini merupakan bagian dari kurikulum pelatihan PKP. Tujuannya adalah untuk merumuskan knowledge replication dan knowledge customization (adopsi dan adaptasi) dari keunggulan strategi dan manajemen kinerja pelayanan publik di MAN Insan Cendekia Serpong. Hasil dari studi lapangan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta pelatihan dalam melaksanakan aksi perubahan dan meningkatkan produktivitas di unit kerja masing-masing. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai profil MAN Insan Cendekia Serpong, terutama terkait dengan: Dalam sambutannya, Ketua Rombongan dari Balai Diklat Keagamaan Jakarta, Dr. Rahmat Aulia, M.Si., menekankan pentingnya bagi peserta untuk menggali informasi sebanyak mungkin dan mempraktikkannya di tempat kerja masing-masing. Kepala Madrasah MAN Insan Cendekia Serpong, Dr. Hilal Najmi, M.Pd.I., menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan informasi dan keterangan yang dibutuhkan. Beliau juga menegaskan bahwa MAN Insan Cendekia Serpong sebagai Magnet School siap bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Pemaparan materi disampaikan oleh Kepala Tata Usaha MAN Insan Cendekia Serpong, Bapak Ihsan Suryadi, M.M. Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang interaktif. Studi lapangan ini kemudian diakhiri dengan kunjungan ke perpustakaan madrasah. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para peserta PKP dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di unit kerja mereka masing-masing. MAN Insan Cendekia Serpong, dengan reputasinya sebagai lembaga pendidikan yang unggul, menjadi contoh yang baik dalam hal strategi dan manajemen kinerja.

Berita Terkini

AKSI RAMADAN MINIM SAMPAH: KOLABORASI UNTUK INDONESIA BERSIH DI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG

Tangerang Selatan – Semangat Ramadan tahun ini diwarnai dengan aksi nyata kepedulian lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, bekerja sama dengan MAN Insan Cendekia Serpong, menggelar “Aksi Ramadan Minim Sampah” pada Selasa, 11 Maret 2025. Kegiatan bertema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya selama bulan suci Ramadan. Bertempat di lingkungan MAN Insan Cendekia Serpong, aksi ini melibatkan siswa kelas X dan XI dalam kegiatan pungut sampah yang edukatif. DLH Kota Tangsel memberikan pelatihan dan pendampingan langsung mengenai cara memungut sampah yang efektif menggunakan peralatan yang disediakan. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan ditugaskan membersihkan tiga titik lokasi strategis di lingkungan madrasah, yaitu gedung pendidikan, lapangan upacara, dan sekitar gedung pusat pembelajaran terpadu yang berdekatan dengan rumah dinas guru. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Bidang DLH Kota Tangsel, Bapak Doni, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak MAN Insan Cendekia Serpong atas kerja sama yang terjalin. Beliau juga menjelaskan secara singkat rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Kami berharap, melalui aksi ini, para siswa dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Bapak Doni. Sambutan hangat juga disampaikan oleh Kepala MAN Insan Cendekia Serpong, Bapak Dr. Hilal Najmi, S.Ag., M.Pd.I.. Beliau menyambut baik kolaborasi dan sinergi dengan DLH Kota Tangsel dalam penyelenggaraan aksi ini. “Kami sangat mendukung kegiatan positif ini. Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah/madrasah lain untuk turut serta dalam menjaga lingkungan,” tutur Bapak Hilal Najmi. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka bahu-membahu membersihkan lingkungan madrasah dengan semangat gotong royong. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang efektif bagi para siswa. Aksi Ramadan Minim Sampah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya selama bulan Ramadan. Dengan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak, semoga Indonesia dapat menjadi negara yang bersih dan lestari.

Renungan

MENYAMBUT BADAI DENGAN HATI YANG LAPANG

Hidup ini laksana samudra yang luas, terkadang tenang dengan ombak yang bersahabat, namun tak jarang pula diterjang badai yang mengguncang. Di saat gelombang kesulitan menghantam, di sanalah kesabaran diuji. Ia bukanlah kepasrahan yang lemah, melainkan kekuatan jiwa yang tegar menghadapi setiap terjangan. Sabar adalah kemampuan untuk tetap berdiri kokoh, menjaga hati tetap tenang, dan pikiran tetap jernih di tengah pusaran masalah. Menahan Diri dari Luapan Emosi Ketika rasa sakit menghujam, ketika kekecewaan menyesakkan dada, atau ketika amarah membakar jiwa, sabar hadir sebagai penawar yang menyejukkan. Ia mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru dalam bertindak, untuk menahan lidah dari ucapan yang menyakitkan, dan untuk mengendalikan diri dari luapan emosi yang merugikan. Sabar adalah seni mengelola diri, mengendalikan gejolak batin agar tidak merusak harmoni dalam diri maupun dengan sesama. Melihat Hikmah di Balik Ujian Seringkali, ujian hidup terasa begitu berat dan tak tertahankan. Namun, di balik setiap kesulitan, tersimpan hikmah yang mungkin belum kita pahami saat ini. Sabar membantu kita untuk membuka mata hati, untuk mencari pelajaran berharga di balik setiap kejadian. Ia mengajarkan kita untuk tidak hanya fokus pada rasa sakit, tetapi juga pada potensi pertumbuhan dan kedewasaan yang bisa kita raih melalui ujian tersebut. Menanti dengan Keyakinan Sabar juga mengandung unsur harapan dan keyakinan. Ia mengajarkan kita untuk tidak berputus asa dalam menghadapi cobaan, untuk terus berusaha dan berdoa, sambil menyerahkan segala urusan kepada Sang Pemilik Kehidupan. Sabar adalah keyakinan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, setelah kesedihan pasti ada kebahagiaan. Ia adalah penantian yang aktif, diiringi dengan usaha dan tawakal. Sabar dalam Setiap Aspek Kehidupan Sabar bukanlah hanya tentang menghadapi musibah besar, tetapi juga tentang menjalani kehidupan sehari-hari dengan lapang dada. Sabar dalam menghadapi kekurangan diri, sabar dalam menghadapi perilaku orang lain yang tidak menyenangkan, sabar dalam menanti hasil dari usaha yang telah kita lakukan. Sabar adalah ruh yang menghidupkan setiap tindakan dan interaksi kita. Dalam kesunyian hati, mari kita resapi betapa luhurnya nilai kesabaran. Ia adalah bekal yang tak ternilai harganya dalam mengarungi samudra kehidupan ini. Dengan sabar, kita akan mampu melewati setiap badai, meraih kedamaian hati, dan menemukan hikmah di setiap perjalanan.

Berita Terkini

AGENDA PERTEMUAN WAKI KELAS FOKUS PADA DISIPLIN DAN KESEHATAN SISWA

Serpong, 10 Maret 2025 – Agenda Senin pagi, 10 Maret 2025 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong menggelar pertemuan wali kelas dengan para siswa. Pertemuan yang berlangsung singkat, mulai pukul 07.00 hingga 07.30 WIB ini, dilaksanakan di kelas masing-masing. Agenda utama pertemuan ini adalah penyampaian amanah penting dari pihak madrasah terkait Ujian Madrasah khusus kelas XII, kedisiplinan, dan kesehatan siswa. Dalam pertemuan tersebut, para wali kelas menyampaikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh seluruh siswa. Pertama, para siswa diingatkan untuk tidak mencontek dalam bentuk apapun. Selain itu, mereka juga dilarang membawa perangkat elektronik seperti laptop, handphone, dan tablet ke kamar asrama atau tempat lain yang tidak diizinkan. “Kami ingin menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, kami melarang segala bentuk kecurangan, termasuk mencontek,” ujar Bapak Away, wali kelas XII.1 dalam pertemuan tersebut. Poin penting lainnya yang disampaikan adalah mengenai keamanan barang-barang pribadi. Para siswa diminta untuk lebih waspada dan menjaga barang-barang berharga mereka, seperti dompet dan uang, agar terhindar dari kasus kehilangan di lingkungan madrasah. “Kami berharap bahwa siswa harus bertanggung jawab terhadap barang-barang pribadi mereka sebagai salah satu bentuk kedisiplinan pribadi di asrama. Mereka  harus menyimpan barang-barang tersebut secara tertib dan pada tempatnya untuk menghindari hilang, lupa, atau rusaknya barang-barang tersebut. Dengan menjaga barang pribadi masing-masing akan menciptakan kondisi asrama yang nyaman dan rapih sehingga akan menambah semangat untuk belajar mandiri secara maksimal,” lanjut wali kelas XII.4, Pak Rapiq. Selain kedisiplinan dan keamanan, para siswa juga diingatkan untuk menjaga kebersihan dan kerapian kamar serta asrama. Para wali kelas menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk mendukung proses belajar mengajar. “Kebersihan dan kerapian adalah bagian dari iman. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh siswa untuk menjaga kebersihan dan kerapian kamar serta asrama masing-masing,” tegas wali kelas tersebut. Tak hanya itu, para siswa putra juga diingatkan untuk merapikan penampilan dengan memotong rambut dan kuku. “Penampilan yang rapi dan bersih akan membuat kalian terlihat lebih ganteng saat bertemu orang tua nanti,” kata wali kelas sambil tersenyum. Terakhir, para wali kelas menjelaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait kesehatan siswa. Siswa yang merasa sakit wajib memeriksakan diri ke poliklinik madrasah. Konfirmasi sakit hanya akan diberikan oleh pihak poliklinik. Asrama hanya akan memberikan konfirmasi setelah pemeriksaan dari poliklinik. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan penanganan medis yang tepat saat sakit. Oleh karena itu, kami menetapkan SOP yang jelas terkait kesehatan siswa,” jelas wali kelas. Bagi siswa yang sakit di rumah atau di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) lebih dari satu hari, mereka wajib menyertakan surat keterangan dokter. Pertemuan wali kelas ini merupakan salah satu upaya MAN Insan Cendekia Serpong untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan karakter siswa. Dengan penegakan disiplin dan perhatian terhadap kesehatan, diharapkan para siswa dapat meraih prestasi yang gemilang dan menjadi generasi yang mandiri serta berakhlak mulia.

Berita Terkini

TARAWIH KELILING: SARANA SISWA BERBAUR DENGAN WARGA SEKITAR MADRASAH

Pada hari Jumat tanggal 7 Maret 2025, bidang keasramaan MAN Insan Cendekia Serpong, mengadakan program tarling atau tarawih keliling untuk siswa kelas XI angkatan Ercava. Siswa dibagi menjadi 7 titik sesuai kelas masing-masing, mengadakan buka bersama dan tarawih keliling di masjid atau mushala sekitar madrasah, yang dibantu oleh para pegawai yang aktif berkegiatan dan menjadi pengurus di masjid atau mushola tersebut. Para siswa yang didampingi oleh perwakilan wali kelas, wali asrama dan guru bidang studi  tersebut sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena menjadi pengalaman baru dan menjadi ajang belajar bersosialisasi dengan warga sekitar madrasah. Kegiatan ini merupakan program kolaborasi yang merupakan hasil koordinasi wakil kepala madasasah bidang keasramaan dengan BPH atau badan pengurus harian  angkatan Ercava. Tujuannya adalah untuk mendekatakan madrasah dengan masyarakat warga sekitar dan juga melatih siswa untuk berani berbicara di depan warga yang mengikuti tarawih melalui kultum (kuliah 7 menit) di masjid atau mushola tersebut, seperti yang terlihat pada foto berikut ini. Ada 7 mushala yang dijadikan target yaitu mushala Al Mukhlis, masjid Nurul Ikhlas, masjid Al Istiqamah, masjid Cadas Mapar, mushalla al Amanah, masjid Syahrul Quran dan mushalla al Ikhlas. Menurut salah satu pendamping kegiatan tersebut, Ustadzah Sulalatun, Alhamdulillah kegaitan tarling berjalan dengan lancar, para siswa belajar bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Para siswa dilatih tampil untuk memberikan sambutan, mewakili  teman-teman kelasnya,   di depan bapak dan ibu di musholla Al Ikhlas. Ketua angkatan Ercava, Ihsan mengatakan bahwa kegiatan tarling ini berjalan cukup baik, teman-teman juga cukup senang bisa tarawih diluar, dapet pengalaman baru, dan bisa bertemu dengan warga dan anak-anak sekitar. Alhamdulillah teman-teman saya sangat  seneng bisa ikut kegiatan ini.”

Berita Terkini

TIDAK SEKADAR PUASA FISIK

Serpong – Ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam. Tujuan ibadah puasa agar kita bertakwa sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Wahai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agaar kamu bertakwa.” Kata “puasa” dipinjam dari bahasa Sansekerta, sebagai terjemahan dari kata shawm atau shiyām dari bahasa Arab yang mempunyai makna yang sama, yaitu menahan diri. Secara fikih, puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa berupa makan, minum, dan lainnya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Kelemahan manusia yang terbesar ialah ketidaksanggupan menahan diri. Ini dilambangkan dalam kisah Nabi Adam a.s. dan istrinya. Melalui puasa, diharapkan manusia dapat menahan dan mengendalikan diri. Hal ini menggambarkan bahwa pahala puasa tidak bergantung pada kadar lapar dan dahaga, tetapi pada sikap jiwa, yaitu penuh percaya kepada Allah Swt. dan penuh perhitungan kepada diri sendiri (instropeksi –self examination) yang dalam hadis disebutkan sikap jiwa īmān-an wa ihtisāb-an. Singkatnya, seharusnya berdampak perbaikan kepada pelakunya baik secara badani (fisik), nafsani (psikologis), dan ruhani (spiritual). Inilah tujuan puasa tersebut, yaitu takwa. Takwa memiliki korelasi positif dan langsung dengan budi pekerti luhur (al-akhlāq al-karīmah). Takwa harus melahirkan akhlak karimah. Jangan sampai nilai puasa kita sia-sia karena akhlak atau perbuatan kita yang kotor. Nabi telah memperingatkan kita: “Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan kotor dan (tak bisa meninggalkan) perbuatan kotor maka Allah tidak punya kepentingan apa-apa bahwa orang itu meninggalkan makan dan minum” (HR Bukhari). Dalam hadits lainnya dkita diingatkan: “Banyak sekali orang puasa namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar.” (H.R. Ahmad). Bagaimana puasa bisa mengantarkan kita kepada takwa? Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman: “Dari Abu Shalih al-Zayyat, ia mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. bersabda, Allah berfirman, ‘Setiap amal anak Adam bagi dirinya, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang menanggung pahalanya,” (H.R. Bukhari). Berangkat dari hadis ini, kita dapat memahami bahwa mereka yang berpuasa akan menyadari sepenuhnya akan kehadiran Allah yang selalu mengawasi diri kita. Tidak ada dua orang yang berbisik-bisik kecuali Allah yang ketiga. Allah selalu menyertai mereka. Begitu kira-kira makna yang terkandung dalam ayat Alquran yang artinya: “Dan Dia bersamamu di mana pun kamu berada. Dan Allah Maha Megetahui tentang segala sesuatu yang engkau kerjakan,” (Q. 57:4). Kerahasiaannya ini membuat ibadah puasa sangatlah personal, sangat vertikal. Efeknya adalah efek ruhani (spiritual). Justru karena efek ruhani (spiritual) inilah perbaikan yang ditimbulkannya akan sangat menyeluruh dalam diri manusia. Agar kita dapat efek ruhani tersebut, Nurcholis Madjid (Cak Nur) menggambarkan jenjang puasa. Tiga puluh hari dalam bulan puasa ini bisa kita bagi menjadi tiga bagian. Sepuluh hari pertama adalah masa penyesuaian diri secara fisik/jasmani/badani. Dari yang semula kita makan, seperti makan pagi, siang, sore atau malam, kita ubah menjadi makan magrib, atau yang disebut buka puasa dan makan pagi menjelang fajar atau sahur. Pada sepuluh hari yang kedua, kita harus mampu meningkatkan puasa fisik ke tingkat yang lebih tinggi (tsanawī), yaitu pada jenjang puasa nafsānī (psikologis) yang terkait dengan segi mental dan kedisiplinan diri. Puasa ini tidak hanya puasa dalam artian fisik, yakni menahan makan dan minum yang merupakan bidang kajian fikih, namun puasa harus disertai dengan peningkatan pemahaman tentang apa yang sesungguhnya harus kita tahan. Segala hal yang dapat merusak amal kebaikan seperti sū’ al-zhann (buruk sangka), ghibah, namimah, dan lainnya. Bila dua puluh hari pertama dilalui dengan baik, maka pada sepuluh hari terakhir insyaallah kita akan dapat menjalani puasa kita dengan mujāhadah, dengan kesungguhan yang benar-benar. Pada jenjang ketiga ini kita akan mengalami puncak pengalaman kita dalam keadaan puasa. Diharapkan dapat merasakan kehadiran Allah dalam segala aktivitas kita. Kesadaran ini merupakan capaian ruhani, spiritual achievment. Sangat dimungkinkan mereka yang bisa melakukan hal tersebut akan memperoleh pahala laylat-u ‘l-Qadr. Puasa dengan ajaran takwanya sesungguhnya melatih kita untuk jujur, memiliki integritas diri. Jujur kepada Allah berarti juga jujur kepada diri sendiri. Manusia yang selaras antara hati, lisan dan perbuatannya, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Dengan demikian, kita akan terhindar dari yang kita khawatirkan: “Banyak sekali orang puasa namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar.” Dengan demikian, takwa tidak lain adalah suatu pola hidup yang dijalani atas dasar kesadaran bahwa seluruh tingkah laku kita selalu berada dalam pengawasan Tuhan, sebab Tuhan selalu beserta kita. Kita berdoa semoga puasa kita termasuk dalam kategori yang Nabi saw. sampaikan dalam hadisnya: “Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda, ‘Barang siapa berpuasa dengan penuh iman kepada Allah dan penuh introspeksi, maka seluruh dosanya di masa lalu akan diampuni oleh Allah,” (H.R. Bukhari). Wallahul musta’an. (LP) (Materi ini disampaikan pada Taushiyah Taraweh di MAN Insan Cendekia Serpong, Rabu, 5 Maret 2025. Materi disadur dari Buku Pesan-pesan Takwa Nurcholis Madjid.)

Scroll to Top