Berita Terkini

RENTETAN PRESTASI INTERNASIONAL SISWA MAN SERPONG

SERPONG — Siswa dan alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong kembali mencatatkan berbagai pencapaian akademik di tingkat nasional maupun internasional pada tahun 2026. Capaian ini meliputi penerimaan beasiswa perguruan tinggi, keberhasilan dalam olimpiade sains, hingga kemenangan pada kompetisi karya tulis ilmiah. Di tingkat perguruan tinggi, sebanyak 21 alumni angkatan 29 MAN Insan Cendekia Serpong resmi dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk jenjang Strata Satu (S-1) di dalam negeri. Program beasiswa ini memberikan kesempatan bagi para lulusan untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Selain keberhasilan alumni, prestasi internasional dipersembahkan oleh Muhammad Arya Razan. Ia berhasil meraih medali perak pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-58 tahun 2026 yang berlangsung di Uzbekistan. Kompetisi ilmu kimia tingkat dunia ini diikuti oleh peserta didik terbaik dari berbagai negara. Prestasi internasional lainnya diraih oleh dua siswi, yakni Sachio Diandra Najla dan Nachwa Aliefya Putri Dharma. Keduanya sukses meraih Medali Emas (Gold Medal) dan Penghargaan Kedua (Second Prize) pada ajang The 12th ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Mereka bertanding pada kategori Biological Sciences dengan menyajikan hasil penelitian sains siswa tingkat Asia Tenggara. Pada bidang karya tulis ilmiah, Muhammad Kika Febriyansyah mengukir prestasi dengan meraih Juara Pertama (1st Prize) dalam ajang Franklin Essay Prize 2026. Kika menjuarai kompetisi ini pada kategori General Science melalui penulisan esai yang dinilai berdasarkan ketajaman analisis serta literasi sains. Di tingkat nasional, siswa bernama Idrus Azzam berhasil meraih predikat sebagai Peserta Terbaik Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 untuk Jenjang Pendidikan Menengah Umum. Ajang pembinaan talenta nasional ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pihak madrasah menyatakan bahwa deretan pencapaian ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang terstruktur, kerja keras siswa, serta pendampingan intensif dari para guru. Keberhasilan siswa dan alumni di berbagai ajang internasional dan nasional ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh peserta didik MAN Insan Cendekia Serpong untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Berita Terkini

SOSIALISASI KEDATANGAN MURID BARU ANGKATAN 32

Memasuki tahun ajaran baru, bidang keasramaan MAN Insan Cendekia Serpong menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bagi orang tua murid baru angkatan 32 sebagai informasi awal untuk persiapan kedatangan murid baru di hari Sabtu tanggal 11 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi dan sosialisasi mengenai kedatangan murid baru angkatan 32. Pertemua virtual melalui zoom ini dihadiri seluruh unsur pimpinan madrasah, mulai dari Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, Wakil kepala madrasah bidang kurikulum, keasramaan, kesiswaan, humas dan bidang sarana prasarana. Kegiatan ini dimoderatori oleh Ustadz Chairul Huda sebagai koordinator keasramaan. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Madrasah, Bapak Doktor Hilal Najmi, dan dilanjutkan dengan agenda inti yaitu paparan informasi persiapan kedatangan murid baru Angkatan 32 oleh Bapak Muhammad Zaenuri sebagai wakil kepala madrasah bidang keasramaan. Selain penyampaian informasi, sosialisasi juga menjadi wadah bagi orang tua untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang hari pertama masuk asrama. Berbagai hal teknis dijelaskan secara rinci, seperti perlengkapan yang wajib dibawa, jadwal kedatangan, alur kegiatan dan agenda penyambutan murid baru di hari Sabtu tanggal 11 Juli 2026. Dengan adanya persiapan yang matang dan komunikasi yang baik, diharapkan proses adaptasi peserta didik di Madrasah berasrama dapat berlangsung lebih lancar sehingga mereka siap mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan pembinaan dengan nyaman serta penuh semangat. Setelah paparan umum, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Banyak pertanyaan dari orangtua terkait berbagai hal yang harus disiapkan. Setelah dijawab dengan jelas dan tuntas, acara pun ditutup dengan pembacaan doa oleh Bapak Doktor Pahrurroji sebagai koordinator keagamaan. Demikian pertemuan awal antara pihak madrasah dengan orangtua ayah bunda angkatan 32. Semoga ke depannya, terjalin silaturahmi dan sinergi yang kuat antara orangtua dengan pihak madrasah untuk mendidik generasi penerus bangsa secara kolaboratif. Bottom of Form

Berita Terkini

PEMETAAN KEMAMPUAN AL-QURAN MURID BARU

SERPONG — Bidang Keasramaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong menyelenggarakan program Tes Diagnostik Al-Qur’an secara berkala bagi seluruh murid baru kelas X angkatan 32. Kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan pada awal tahun pelajaran di Masjid Ulil Albab dengan tujuan memetakan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an setiap siswa secara objektif. Latar belakang pendidikan Al-Qur’an murid baru yang mendaftar di madrasah ini tercatat cukup beragam. Sebagian siswa telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan sedang mengembangkan hafalan (tahfiz), sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pendampingan khusus pada aspek perbaikan bacaan (tahsin) maupun pemahaman hukum bacaan (tajwid). Oleh sebab itu, penguji memerlukan instrumen penilaian awal guna mengelompokkan siswa sesuai tingkatan kemampuannya. Proses pengujian dilakukan secara langsung oleh ustadz dan ustadzah yang bertugas sebagai pembina serta wali asrama. Dalam pelaksanaannya, setiap pembina mendampingi dan menguji kelompok kecil yang terdiri atas 10 hingga 15 orang siswa. Pengujian berlangsung pada malam hari setelah pelaksanaan shalat Maghrib secara berjamaah di area masjid. Selama tes berlangsung, setiap siswa diminta membaca beberapa ayat Al-Qur’an yang dipilih secara acak oleh pembina. Pembina bertugas menyimak, mengamati, serta mencatat kualitas bacaan setiap siswa berdasarkan indikator kriteria yang telah ditentukan oleh pihak pengelola keasramaan. Adapun aspek penilaian utama dalam tes diagnostik ini mencakup tiga hal: Selain menilai aspek teknis membaca, penguji juga menggali data mengenai kebiasaan dan rutinitas harian siswa dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Informasi ini mencakup frekuensi tilawah mandiri yang biasa dilakukan siswa sebelum masuk ke lingkungan keasramaan. Data yang diperoleh dari tes diagnostik ini digunakan oleh pengelola madrasah sebagai landasan utama untuk menyusun program pembinaan Al-Qur’an yang terstruktur. Dengan adanya data pemetaan tersebut, pihak keasramaan dapat menempatkan siswa pada kelompok belajar yang tepat, baik dalam program penataan bacaan (tahsin), program penguatan tajwid, maupun program hafalan Al-Qur’an (tahfiz). Langkah ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan belajar setiap murid secara lebih spesifik, intensif, dan terukur sepanjang tahun ajaran berjalan.

Berita Terkini

INSPIRASI ALUMNI IC DI TAHUN BARU

Serpong — Suasana hangat, inspiratif, sekaligus sarat nilai spiritual menyelimuti Masjid Ulil Albab MAN Insan Cendekia Serpong pada Senin malam (15/06/2026). Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, madrasah tersebut menggelar sebuah forum keagamaan dan berbagi bertajuk “Generasi Qur’ani dan Berprestasi: Kuat Literasi, Kokoh Spiritual”. Acara yang berlangsung ba’da Maghrib ini menghadirkan Dr. Moh. Mualliful Ilmi, alumnus dari Angkatan 17 (Magnific), sebagai narasumber utama. Di hadapan puluhan siswa, Dr. Moh. Mualliful Ilmi membagikan pengalaman akademis dan profesionalnya guna memotivasi para santri agar mampu menyeimbangkan pencapaian duniawi dan kesiapan ukhrawi. Sesi tanya jawab pun menjadi bagian paling dinamis, di mana empat orang siswa secara bergantian mengajukan pertanyaan kritis yang sangat relevan dengan tema penguatan literasi dan spiritualitas tersebut. Inaya, siswi kelas XI, membuka termin diskusi dengan pertanyaan menarik mengenai keberanian mengambil keputusan lintas disiplin. Ia meminta pandangan narasumber tentang fenomena perpindahan haluan studi, secara spesifik dari jurusan kimia beralih ke ilmu arkeologi. Menanggapi hal tersebut, Dr. Moh. Mualliful Ilmi menjelaskan bahwa ilmu sains seperti kimia justru memiliki peran besar dalam arkeologi modern, khususnya untuk proses penanggalan karbon dan analisis artefak. Pertanyaan bernada spiritual kemudian datang dari Aisyah, siswi kelas XI lainnya. Sejalan dengan tema utama acara, ia mempertanyakan kiat praktis membagi waktu secara seimbang antara tuntutan akademis yang padat di asrama dengan konsistensi ibadah harian. Narasumber memberikan formula suksesnya semasa menjadi siswa, yakni dengan memandang ibadah bukan sebagai beban yang menyita waktu, melainkan sebagai jangkar ketenangan yang meningkatkan fokus belajar. Rasa penasaran terhadap jenjang pendidikan tinggi yang lebih tinggi ditunjukkan oleh M. Adnanil Azzam. Siswa kelas XI ini dengan visioner mencari informasi mengenai skema beasiswa akselerasi kuliah untuk jenjang S2 dan S3 sekaligus di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan durasi total empat tahun. Pertanyaan ini mendapat apresiasi tinggi dari narasumber, yang langsung memberikan gambaran umum mengenai program fast track dan beasiswa PMDSU di kampus Ganesha tersebut. Tidak ketinggalan, perwakilan adik kelas dari kelas X, M. Zen, membawa atmosfer nostalgia sekaligus edukatif. Ia menanyakan kilas balik mengenai sistem poin pelanggaran yang berlaku di IC pada masa angkatan Magnific dulu. Dr. Moh. Mualliful Ilmi menekankan bahwa aturan poin di madrasah bukanlah sekadar hukuman, melainkan instrumen penting yang membentuk mentalitas disiplin, integritas, dan tanggung jawab yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Acara peringatan Tahun Baru Islam ini ditutup dengan doa bersama untuk menyambut tahun yang baru, diikuti sesi foto bersama sebagai simbol eratnya ikatan silaturahmi lintas generasi di MAN Insan Cendekia Serpong.

Berita Terkini

SERUNYA PENGOCOKAN KAMAR di ASRAMA

Ada yang seru di hari Senin tanggal 8 Juni 2026 bagi siswa siswi MAN Insan Cendekia Serpong. Setelah maghrib, diadakan pengocokan kamar untuk penghuni asrama di tahun ajaran berikutnya. Bagi siswa sekolah berasrama (boarding school), pergantian tahun ajaran tidak hanya berarti naik kelas dan bertemu guru baru. Ada satu momen yang dinanti sekaligus mendebarkan: pengocokan kamar asrama. Setiap akhir tahun pelajaran, pihak keasramaan melakukan pengacakan nomor kamar dan anggota kamarnya. Syarat utamanya adalah tidak diperbolehkan satu kamar lagi dengan teman kamar lama. Jika hasil pengocokan menunjukkan  teman kamar yang sama, maka harus diulang agar bisa bergaul dan bersosialisasi dengan teman-teman lain. Proses ini bukan sekadar memindahkan perlengkapan tidur atau barang-barang lain, tetapi menjadi awal dari petualangan baru dengan teman kamar baru. Sebenarnya bukan teman baru, karena masih dengan teman angkatan yang sama, tapi tetap saja dibutuhkan penyesuaian kembali dengan kebiasaan teman kamar yang baru. Beberapa hari sebelum hasil pengocokan diumumkan, suasana asrama mulai ramai dan mendebarkan. Di sela-sela kegiatan belajar dan suasana SAT (Sumatif Akhir Tahun), siswa saling bertanya dan menebak-nebak. “Kira-kira tahun depan sekamar sama siapa ya?”, “Jangan-jangan aku jadi satu kamar dengan anak kelas lain.”, atau “Siapa ya yang bakal jadi ketua kamar?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering terdengar di berbagai sudut asrama. Mayoritas siswa, sudah nyaman dengan teman kamar lamanya sehingga berat sekali untuk berpisah dan harus beradaptasi lagi dengan suasana baru dan kebiasaan teman kamar yang baru. Tetapi ini adalah ketentuan tiap tahun yang sudah rutin dilakukan di madrasah ini. Di balik keseruannya, pengocokan kamar memiliki tujuan pendidikan yang sangat penting. Dengan komposisi penghuni yang berbeda setiap tahun, siswa belajar untuk beradaptasi dengan berbagai karakter, kebiasaan, dan latar belakang teman-temannya. Tidak semua teman sekamar memiliki sifat yang sama. Ada yang pendiam, ada yang aktif, ada yang sangat rapi, dan ada yang perlu belajar lebih disiplin. Justru melalui perbedaan itulah siswa belajar memahami orang lain, melatih kesabaran, memperkuat komunikasi, dan membangun kerja sama. Kehidupan asrama menjadi laboratorium kehidupan yang nyata. Setiap siswa belajar bahwa keberhasilan hidup bersama tidak ditentukan oleh kesamaan, tetapi oleh kemampuan untuk saling menghargai dan melengkapi serta bertoleransi dengan berbagai perbedaan. Banyak persahabatan terbaik di boarding school justru lahir dari pengocokan kamar. Teman yang awalnya asing bisa menjadi sahabat yang selalu menemani belajar, beribadah, berolahraga, hingga berbagi cerita tentang cita-cita dan masa depan. Tidak sedikit alumni yang ketika mengenang masa masa di madrasah berasrama ini,  berkata bahwa teman sekamar adalah orang-orang yang paling banyak memberikan warna dalam perjalanan mereka. Semua itu berawal dari sebuah proses pengacakan yang tampaknya sederhana. Pada akhirnya, pengocokan kamar mengajarkan satu hal penting: tidak semua hal dalam hidup dapat kita pilih sendiri. Namun, kita selalu dapat memilih sikap terbaik dalam menjalaninya. Siapa pun teman sekamar yang terpilih, kamar mana pun yang ditempati, dan siapa pun ketua kamar yang mendapat amanah, semuanya adalah kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa. Maka, ketika daftar kamar baru diumumkan, hendaknya disikapi dengan semangat dan optimisme. Bisa jadi, di balik nama-nama yang tertera di sana, Allah telah menyiapkan pelajaran berharga, pengalaman yang tak terlupakan, dan persahabatan yang akan dikenang sepanjang masa.

Berita Terkini

7 SISWA MAN ICS TEMBUS SKOR 1000 DI UTBK

SERPONG — Prestasi luar biasa berskala nasional kembali diukir oleh siswa MAN Insan Cendekia Serpong dalam ajang Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026. Salah seorang siswa terbaiknya, Ahmad Salman Al-Makkiy (Ahmad Salman A.), sukses mencatatkan namanya sebagai peraih skor yang menakjubkan pada subtes Pengetahuan Kuantitatif dengan capaian nilai yang sangat fantastis, yaitu 1173,55. Berdasarkan data statistik resmi dari SNPMB, nilai yang diraih oleh Ahmad Salman tersebut secara otomatis menempati posisi batas maksimum dari seluruh peserta UTBK di Indonesia pada subtes tersebut. Melalui hasil ujian yang luar biasa ini, ia berhasil mengamankan kursi di program studi impiannya, yakni Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Keberhasilan Ahmad Salman tidak berdiri sendiri. Pada angkatan 29 MAN Insan Cendekia Serpong kali ini, tercatat ada fenomena langka di mana sebanyak 7 orang siswa secara masif berhasil menembus angka keramat—skor di atas 1000—khusus pada subtes Penalaran Kuantitatif. Sebuah pencapaian yang membuktikan tingginya penguasaan logika matematika dan analisis numerik tingkat tinggi (HOTS) yang dimiliki oleh para siswa madrasah ini. Di antara ketujuh siswa berprestasi yang sukses bertengger di “puncak skor kuantitatif” tersebut adalah Kevin Narendra A. Putra yang meraih nilai 1022,73 dan diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa ITB. Diikuti oleh Raihan Awal Basyaril (Raihan Awal B.) dengan skor 1016,82 yang sukses menembus Jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI). Selanjutnya, Arsyad Zillan Gabriel (Arsyad Zillan G.) sukses mendulang skor 1113,22 dan melenggang ke program studi Sistem Informasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tak ketinggalan, M. Rafa Adzani dengan raihan nilai 1005,32 berhasil menyusul rekan-rekannya ke STEI-Komputasi ITB. Dua srikandi madrasah, Khairunnisa Athifah dan Naila Farikha, juga ikut menyempurnakan daftar elite ini dengan masing-masing mengantongi skor luar biasa sebesar 1002,90 dan 1003,86. Keberhasilan luar biasa ini disambut dengan rasa syukur mendalam oleh seluruh keluarga besar madrasah di Serpong. Dominasi nilai sempurna yang diraih oleh para siswa Angkatan 29 ini kembali menegaskan status MAN Insan Cendekia Serpong sebagai laboratorium pencetak generasi muda yang unggul secara akademik di tanah air.

Berita Terkini

99 SISWA MAN ICS LOLOS UTBK

TANGERANG SELATAN — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh salah satu madrasah unggulan tanah air, MAN Insan Cendekia Serpong (MAN ICS). Berdasarkan data resmi pengumuman Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Angkatan 29, sebanyak 99 siswa madrasah tersebut dinyatakan berhasil lolos dan diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia. Angka ini mencerminkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, mengingat total siswa yang mengikuti seleksi jalur tes ini adalah sebanyak 125 anak. Keberhasilan massal tersebut menempatkan persentase kelulusan UTBK-SNBT MAN Insan Cendekia Serpong pada angka yang sangat impresif, yakni mencapai 79,20 persen. Catatan ini sekaligus memperkokoh posisi MAN ICS sebagai salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah atas dengan konsistensi mutu akademik terbaik di tingkat nasional. Dominasi Kampus Ganesha dan Jaket Kuning Melirik peta distribusi kelulusan, Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi destinasi terfavorit bagi para lulusan Angkatan 29 ini. Tercatat sebanyak 33 siswa berhasil menembus berbagai fakultas dan sekolah bergengsi di Kampus Ganesha tersebut, mulai dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-K), Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), hingga Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Menempel ketat di posisi kedua, Universitas Indonesia (UI) juga menjadi rumah baru bagi 28 delegasi terbaik dari MAN ICS. Para siswa ini berhasil mengamankan kursi di berbagai program studi prestisius Universitas Indonesia, termasuk di antaranya program studi Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi, Teknik Industri, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Gizi, hingga Psikologi. Sebaran Merata di PTN Klaster Utama Selain dominasi yang sangat kuat di ITB dan UI, sebaran alumni MAN ICS dalam UTBK-SNBT kali ini juga meluas secara merata ke berbagai PTN klaster utama lainnya di pulau Jawa dan Sumatra. Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima sebanyak 7 siswa, disusul oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 6 siswa, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan 6 siswa. Selanjutnya, Universitas Padjadjaran (UNPAD) mengamankan 4 kursi bagi lulusan MAN ICS. Tak kalah membanggakan, sejumlah siswa juga berhasil menembus program studi Pendidikan Dokter yang dikenal memiliki tingkat keketatan sangat tinggi di berbagai universitas top tanah air. Di antaranya di Universitas Airlangga (3 siswa), Universitas Gadjah Mada (1 siswa di Kedokteran dan 1 siswa di Antropologi Budaya), Universitas Jenderal Soedirman (1 siswa), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (1 siswa), dan Universitas Lampung (1 siswa). Sementara itu, untuk jalur pendidikan vokasi sains dan teknologi tinggi, institusi seperti Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) masing-masing meloloskan 1 siswa terbaik MAN ICS pada program Diploma Tiga (D3). Di luar pulau Jawa, Universitas Sumatera Utara (USU) juga berhasil ditembus oleh 1 perwakilan siswa pada program Administrasi Perkantoran Digital (D4). Capaian luar biasa ini merupakan buah dari konsistensi, kerja keras para siswa, bimbingan intensif terstruktur dari para guru, serta dukungan penuh orang tua. Dengan tingkat kelulusan mendekati 80 persen pada jalur kompetitif sesulit UTBK-SNBT, MAN Insan Cendekia Serpong kembali membuktikan kapasitasnya dalam mencetak generasi emas yang siap bersaing di level pendidikan tinggi terbaik bangsa.

Berita Terkini

DUA SISWA MAN ICS WAKILI INDONESIA

Kabar membanggakan kembali menghampiri dunia pendidikan tanah air. Dua siswa terbaik MAN Insan Cendekia Serpong, Hilmy Lazuardhy Nurramadhan dan Faris Patria Chariansyah, sukses terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026. Kompetisi sains nuklir tingkat dunia ini dijadwalkan berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada 2 hingga 9 Agustus mendatang. Langkah mulia dua siswa kelas XII ini dikukuhkan melalui surat resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Lembaga negara tersebut bertanggung jawab penuh untuk memfasilitasi keberangkatan, sekaligus menjadi mentor dan pendamping selama berkompetisi. Bersama dua siswa berprestasi lainnya dari Indonesia, Hilmy dan Faris siap membawa nama bangsa di panggung global. Perjalanan menuju panggung internasional ini terbilang sangat kompetitif. Hilmy menceritakan bahwa peluang emas ini bermula dari undangan BRIN melalui pihak pelatnas. Undangan khusus tersebut ditujukan bagi para peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika dan Kimia yang telah melewati seleksi ketat Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Setelah mengikuti sosialisasi dan seleksi intensif pada Minggu, 24 Mei 2026, keduanya dinyatakan lolos sebagai duta bangsa. Bagi Faris, pencapaian ini merupakan sebuah pembuktian dari sebuah keteguhan hati. Kegagalannya melaju ke kompetisi internasional di bidang fisika murni sebelumnya tidak membuatnya patah arang. Ia meyakini bahwa kesempatan ini adalah rencana terbaik yang dipersiapkan Tuhan agar ia tetap bisa mengharumkan nama Indonesia, kali ini lewat cabang ilmu nuklir yang penuh tantangan. Sebelum bertolak ke Arab Saudi, persiapan matang telah menanti mereka. Pada Juli 2026, Hilmy dan Faris akan menjalani pembinaan intensif, baik secara daring maupun luring. Salah satu agenda krusialnya adalah mengikuti perkuliahan dan praktik langsung di Politeknik Nuklir Yogyakarta. Di sana, mereka akan mendalami materi fisika atom dan inti, struktur atom, radiasi, hingga aplikasi teknologi nuklir di sektor kesehatan, pembangkit energi, serta astrofisika. Keberhasilan ini menjadi torehan prestasi yang sangat disyukuri oleh seluruh civitas akademika MAN Insan Cendekia Serpong. Doa dan dukungan terbaik terus mengalir agar perjuangan Hilmy dan Faris di Jeddah berbuah manis, membawa pulang medali, dan menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus menguasai teknologi masa depan.

Berita Terkini

KHATAMAN AL QUR’AN DAN DOA BERSAMA UNTUK KESUKSESAN UJIAN

Pada hari Ahad 24 Mei 2026 setelah shalat maghrib, bidang keasramaan dan pembinaan imtak mengadakan kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Doa Bersama dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Sumatif Akhir Tahun,. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual agar para siswa diberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan ilmu dalam menghadapi ujian. Kegiatan ini berisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para siswa secara bersama-sama. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an terdengar syahdu, menciptakan suasana yang penuh kekhusyukan. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memohon pertolongan Allah Swt. dalam menuntut ilmu. Setelah khataman Al-Qur’an selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Keasramaan. Dalam tausiahnya, beliau menekankan pentingnya sikap jujur dalam kehidupan, terutama saat menghadapi ujian. Kejujuran merupakan akhlak mulia yang harus dimiliki, karena keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari nilai, tetapi juga dari proses yang dilakukan dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Beliau juga menyampaikan bahwa keberkahan ilmu sangat penting dalam kehidupan. Ilmu yang berkah akan membawa manfaat, kebaikan, dan kesuksesan dunia akhirat. Sebaliknya, ilmu tanpa keberkahan tidak akan memberikan ketenangan dan manfaat yang sempurna bagi kehidupan. Selain itu, dalam tausiah tersebut disampaikan pula pesan bahwa “ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang kotor.” Oleh karena itu, para siswa diajak untuk menjaga kebersihan hati dengan memperbaiki akhlak, menjauhi perbuatan buruk, menghormati guru, serta memperbanyak ibadah dan doa. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang menerima ilmu dan memahami pelajaran dengan baik. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh siswa diberikan kesehatan, kemudahan berpikir, ketenangan hati, dan hasil terbaik dalam Sumatif Akhir Tahun. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan spiritual dan akhlak yang baik dalam menuntut ilmu.

Scroll to Top