humas@ic.sch.id
021-7563578

Keasramaan Madrasah

img

Keasramaan Madrasah


MAN Insan Cendekia sebagai madrasah dengan sistem berasrama (boarding school), dimana seluruh peserta didik MAN Insan Cendekia diwajibkan tinggal di asrama madrasah. Asrama dimaksudkan bukan sekedar tempat untuk tinggal peserta didik, melainkan merupakan wadah rangkaian proses pendidikan di madrasah sehingga dapat dioptimalkan pelaksanaanya dalam rangka mewujudkan mutu yang diharapkan.

Asrama merupakan aspek fundamental bagi madrasah yang menggunakan sistem berasrama. Asrama memiliki posisi yang sangat penting dan memiliki cakupan yang sangat luas sehingga membutuhkan pengelolaan yang sistematis. Kehidupan di asrama merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan peserta didik di madrasah dan di masyarakat.

Proses pendidikan madrasah berasrama merupakan satu kesatuan, baik kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada siang hari maupun malam hari, mencakup semua aspek kehidupan sebagai seorang manusia, baik kebutuhan aktualisasi diri maupun untuk hidup bermasyarakat dan yang lebih penting adalah pengetahuan, pemahaman serta implementasi nilai-nilai keislaman yang berguna untuk kehidupan di dunia dan akhirat.


Tujuan

Pembinaan peserta didik di asrama bertujuan menciptakan kehidupan yang tertib, rapi, nyaman, mandiri, bertanggung jawab, tenggang rasa dan kebersamaan serta pembiasaan berbahasa asing di lingkungan asrama.


Jenis Layanan

Layanan pembinaan peserta didik di asrama meliputi:

1.  Pendidikan Agama Islam,

2.  Penguatan implementasi nilai-nilai keberagamaan,

3.  Penguatan keterampilan hidup bermasyarakat

4.  Penguatan keterampilan berbahasa Arab dan Inggris


Kurikulum Keasramaan

Kurikulum keasaramaan disusun untuk menunjang tumbuhnya ruh keagamaan peserta didik. Kurikulum tersebut meliputi pembinaan salimul aqidah, shohihul ibadah, dan akhlakul karimah. Untuk lebih menjamin perkembangan peserta didik dalam menjalani kehidupan berasrama, diperlukan pendampingan. Pendampingan tersebut dilakukan oleh guru bina asrama dan guru asuh yang berperan sebagai pengganti orang tua di madrasah. Kompetensi yang ditargetkan dalam kurikulum keasramaan adalah sebagai berikut:

1.  Terwujudnya siswa yang berkepribadian  Islami, memiliki landasan akidah yang kuat, istiqamah dalam beribadah, berakhlakul karimah, dan mampu berkomunikasi dalam  bahasa internasional, dengan indikator-indikator sebagai berikut:

  • Siswa memiliki pemahaman akidah islamiyah yang benar dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Siswa memiliki pemahaman tentang Al-Quran dan Hadis dan mampu bersikap dan berperilaku sesuai ajaran Al-Quran  dan Hadis.
  • Siswa memiliki pemahaman tentang ibadah dan muamalah yang benar dan mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari­ hari sebagai cerminan muslim yang rahmatan lil alamin.
  • Siswa memiliki pemahaman tentang sejarah dakwah Rasulullah saw. dan para sahabat, keunggulan peradaban Islam serta kemajuan ilmu pengetahuan di dunia Islam.
  • Siswa memiliki kemampuan berbahasa internasional baik dalam bacaan, tulisan, maupun percakapan/komunikasi.
  • Siswa memiliki kemampuan melaksanakan ibadah fardlu 'ain, fardlu kifayah, dan amalan-amalan sunnah.
  • Siswa memiliki pengalaman yang integratif dalam sistem pengajaran dan pembinaan kehidupan sosial dan keagamaan.

2.  Terwujudnya kepribadian yang tangguh dalam lingkungan yang Islami serta berkemampuan berkomunikasi dalam bahasa asmg, dengan indikator-indikator sebagai berikut:

Terciptanya praktik kehidupan Islami di Kampus MAN Insan Cendekia.

3.  Penggunaan bahasa bahasa Inggris dan bahasa Arab dalam suasana akademik dan dalam pergaulan kehidupan sehari-hari.

4.  Karakter belajar yang tangguh ditunjang dengan keluasan literasi dalam melahirkan siswa yang kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif.

 

Fungsi Guru Bina Asrama

1.  Sebagai Fasilitator

Menjembatani kepentingan siswa di madrasah, dan begitu pula sebaliknya menjembatani kebijakan madrasah terhadap siswa di asrama.

2.  Sebagai Konselor

Membantu siswa dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi, baik masalah pribadi, hubungan sosial, kendala dalam belajar, kesehatan, perilaku dan lain-lain, kemudian dikoordinasikan dengan berbagai pihak yang terkait.

3.  Sebagai Pendidik

Mendidik dan membimbing siswa di asrama yang meliputi :

  • Pendidikan aplikatif nilai-nilai keagamaan, seperti menutup aurat, mengucapkan salam, bertutur kata sopan, menghormati yang lebih tua, berperilaku santun, dan lain-lain.
  • Pendidikan program keagamaan seperti mengajar Tahsin AI Quran, Tahfizh Al Quran dan ibadah amaliyah.
  • Pendidikan sikap kemodernan, seperti menghargai waktu, disiplin, mandiri, bertanggungjawab, berpola hidup bersih, dan lain-lain.
  • Pendidikan keterampilan hidup sehari-hari, seperti keterampilan mengatur ruang kamar, menjemur pakaian, memilah barang­ barang bawaan, dan lain-lain.
  • Pendidikan keterampilan berbahasa Arab dan Inggris.

4.  Sebagai Penilai

Guru bina asrama memiliki peran menilai peserta didik yang mencakup sikap spritual, sosial, kepribadian, keterampilan keagamaan dan keterampilan berbahasa yang akan dituangkan dalam rapor keasramaan.

 

Kegiatan Pembinaan Keasramaan

Kegiatan pembinaan keagamaan di asrama dilaksanakan oleh guru bina asrama dan guru agama sesuai dengan visi-misi madrasah yaitu untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan ketakwaan. MAN Insan Cendekia  diharapkan tidak hanya melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berbasiskan ilmu pengetahuan dan teknologi semata, namun juga harus didasari oleh semangat dan religiusitas yang benar sehingga cita-cita founding father menyiapkan generasi muda yang 'berhati Mekkah dan berotak Jerman' dapat terwujud.


Sasaran

Subjek sasaran bidang ini adalah peserta didik MAN Insan Cendekia, yang dilaksanakan secara intensif oleh para guru yang berada dalam koordinasi wakil kepala madrasah bidang keasramaan, yang didukung secara penuh oleh berbagai pihak yang berada dalam lingkungan kampus MAN Insan Cendekia .


Target

Target yang diharapkan dicapai dalam bidang pembinaan iman dan takwa ini adalah sebagai berikut:

1.  Terciptanya kehidupan religius di kampus MAN Insan Cendekia

2.  Terwujudnya calon pemimpin masa depan yang mempunym landasan iman dan takwa yang kuat.

3.  Adanya pemahaman dan kesadaran yang inhem pada diri peserta didik akan peranan dan tanggung jawabnya sebagai makhluk pengemban amanat dari Allah swt.

Adanya kesadaran dari peserta didik akan arti penting dan posisi iman dan takwa atau religiusitas dalam kehidupan. Karena itu, mereka dituntut harus mempunyai      pemahaman yang holistik pada keseluruhan dimensi kehidupan.


Bentuk Kegiatan

Semua program yang dilaksanakan di MAN Insan Cendekia dalam bidang pembinaan keagamaan diarahkan pada upaya memunculkan kesadaran, partisipasi, dan tanggung jawab pribadi peserta didik sebagai calon pemimpin masa depan.

Program-program pembinaan keagamaan yang secara khusus dikembangkan di MAN Insan Cendekia adalah sebagai berikut:

1.  Ta'lim Al-Quran

2.  Tahsin Al-Quran

Pada saat awal masuk madrasah peserta didik baru mengikuti matrikulasi keagamaan untuk diuji kemampuan bacaan Al Quran. Hal ini ditujukan agar peserta didik mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar. Selanjutnya peserta didik akan dikelompokkan sesuai kemampuan bacaannya. Tahsin Al Quran ini dilaksanakan selama satu semester sebelum peserta didik mengikuti program pembinaan Tahfizh AlQuran.

3.  Tadarus Al-Quran

Ditujukan agar peserta didik "khatam Al-Quran bi an­ nazhar" minimal satu kali dalam satu tahun. Dilaksanakan dua kali pada setiap harinya, sebelum shalat Subuh dan Maghrib. Kegiatan ini juga untuk membimbing peserta didik yang belum lancar dalam membaca Al-Quran.

4.  Tahfizh Al-Quran

Tahfizh Al-Quran atau hafalan Al-Quran termasuk di antara program kegiatan pembinaan kehidupan keagamaan yang pokok di MAN Insan Cendekia. Diharapkan agar para siswa setelah keluar dari madrasah mempunyai bekal yang cukup dalam kajian agama untuk masa depan mereka. Kegiatan ini dilaksanakan bakda shalat Maghrib dan/ atau pagi hari sebelum pembelajaran jam pertama berlangsung, yang dibimbing oleh semua guru agama yang ada di sekolah, dengan target sasaran yang sudah ditentukan , sesuai jenjang pendidikan para siswa masing-masing, dan pada saat kelulusan peserta didik minimal mencapai 3 juz.

5.  Tahfizhul Hadis

Tahfizhul Hadis atau hafalan hadis adalah kegiatan untuk menghafalkan hadits-hadits yang termuat dalam kitab al­ Arba'in an-Nawawiyyah karya Imam Nawawi selama tiga tahun keberadaannya di MAN Insan Cendekia. Kegiatan ini rutin dilaksanakan satu kali dalam satu pekan, melibatkan semua guru agama dengan target hafalan yang sudah ditentukan sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

6.  Kajian Kitab Kuning (Qira'atul Kutub)

Kajian kitab kuning dilaksanakan secara massal di Masjid dua kali dalam sepekan, dengan membaca kitab

a.   Aqaid Awam dan Ta'lim al-Muta'allim, untuk kelas X

b.   Safinatus Najah dan Ta'lim al-Muta'allim, untuk kelas XI

c.   Tafsir Jalalaian dan Ta'lim al-Muta'allim, untuk kelas XII

Bagi peserta didik yang ingin memperdalam lebih tentang kajian kitab kuning, disediakan waktu tambahan tersendiri.

7.  Pembinaan lbadah Amaliyah

Peserta didik diharapkan dapat melaksanakan ibadah amaliyah yang mencakup:

Shalat lima waktu berjamaah, shalat sunnah rawatib, shalat tahajjud, shalat dhuha.

Puasa Ramadhan, puasa sunnah Senin Kamis, puasa Daud, puasa ayyamu bidh, dan puasa sunnah lainnya.

8.  Pembinaan Imam Shalat

Diberikan bagi kelas X, dan seleksi imam masjid pada awal kelas XI. Ditujukan agar para siswa mempunyai bekal yang cukup untuk menjadi imam shalat di masyarakat. Setelah terpilih para imam masjid, mereka diberi kesempatan untuk menjadi imam pada shalat fardhu.

9.  Pembinaan Khatib Jum'at

Untuk memberikan kesempatan tampil di masyarakat, peserta didik kelas XI dan XII khususnya dibimbing untuk menjadi khotib Jumat di Masjid pada jadwal-jadwal yang telah ditentukan. Mereka dilatih dan dibimbing terlebih dahulu oleh para guru sebelum tampil di mimbar. Satu orang peserta didik mendapat kesempatan minimal satu kali untuk tampil di mimbar.

10.  Taushiah

Taushiah adalah kegiatan tentantif, yang diberikan kepada peserta didik dalam kondisi-kondisi yang mengharuskan adanya ceramah agama dan tuntunan. Kegiatan ini dilaksanakan di masjid, yang diberikan oleh pimpinan madrasah dan guru agama. Terjadwal minimal diadakan satu kali dalam dua pekan.

11.  Pengajian Pegawai

Pengajian ini dilaksanakan satu kali dalam satu pekan. Dimungkinkan satu kali dalam sebulan mengundang narasumber dari luar. Kegiatan diadakan untuk mendukung dan memberikan contoh kepada peserta didik tentang arti penting mencari ilmu